Meulaboh, Koranindependen.co - Anggota DPRK Aceh Barat, Ahmad Yani, menyoroti lemahnya perencanaan pembangunan daerah yang menyebabkan Kabupaten Aceh Barat tertinggal dalam memanfaatkan peluang dana pembangunan dari pemerintah pusat. Menurutnya, masalah utama terletak pada ketiadaan dokumen Detail Engineering Design (DED) sebagai syarat wajib pengusulan program strategis.
“Kita punya banyak kebutuhan pembangunan. Tapi karena tidak ada DED, akhirnya proposal kita kandas sebelum sampai meja pusat. Padahal jalan distribusi dan irigasi ini menyangkut hajat hidup masyarakat,” tegas Ahmad Yani, Sabtu (6/9/2025).
Ia menambahkan, banyak proyek krusial di Aceh Barat sebenarnya bisa dibiayai oleh pemerintah pusat, namun kesempatan itu hilang karena daerah kalah bersaing dalam hal kesiapan dokumen.
Sebelumnya, Kepala BPKD Aceh Barat menyebut daerah kehilangan Rp48,4 miliar akibat pemangkasan anggaran pusat. Namun Ahmad Yani menilai alasan tersebut tidak bisa dijadikan tameng stagnasi pembangunan.