2 TAHUN SUAIDI YAHYA –YUSUF MUHAMMAD PIMPIN KOTA LHOKSEUMAWE LEMAH MAMFAATKAN PELUANG

Redaksi 11 Juli 2019 | 11:13 221
2 TAHUN SUAIDI YAHYA –YUSUF MUHAMMAD PIMPIN KOTA LHOKSEUMAWE LEMAH MAMFAATKAN PELUANG

Foto Ist

Koran Independen.co, Lhokseumawe – Dua Tahun Pasca di lantik Suaidi Yahya – Yusuf Muhammad terlalu lemah memafaatkan peluang bagi masyarakat dan iklim investasi di Kota Lhokseumawe yang telah dipimpinnya dan periode kedua ini.

Sehingga banyak persoalan yang muncul di bekas Kota Petro Dolar hari ini, bangunan terbengkalai, sampah yang berserakan dan air bersih yang belum dapat diselesaikan oleh Walikota dua periode itu.

Selain itu masih banyak terdapat parkir liar yang tidak sesuai dengan Qanun, penataan dan kelolaan kota yang belum sesuai dengan RT-RW dan fasilitas sanitasi yang belum memadai, selain itu masih terdapat angka inflasi tertinggi di Lhokseumawe diatas rata-rata Provinsi Aceh yakni 0,64 pada April 2019. 

"Harusnya Pemerintah Lhokseumawe lebih jeli melihat peluang dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Lhokseumawe, kita melihat diantaranya peluang yang ada belum dimamfatkan secara maksimal untuk meningkatkan PAD kota Lhokseumawe." Ungkap M. Atar. Ketua Umum HMI Aceh Utara dan Lhokseumawe. Kamis, 11 Juli 2019.

Salah satunya belum dikelola secara maksimal sarana yang telah di bangun di Kota Lhokseumawe, misalnya pasar induk, pasar buah dan pabrik garam yang ada di Blang Mangat. 

Dalam penatakeloaan sampah pemerintah kota Lhokseumawe masih kurang masif dalam mempromosi lingkungan bersih dan sehat kepada masyarakat dan belum optimal pelaksanaan qanun retribusi, parkir liar yang masih menjamur di kota Lhokseumawe hingga berdapat pada ketidakcapaian target PAD Kota Lhokseumawe, dalam tata kelola RT-RW masih minimnya ruang terbuka hijau di Kota Lhokseumawe. 

"Kita sungguh mendambakan gerak gesit pemerintah kota Lhokseumawe untuk mengejar ketinggalan dari kota – kota lain yang ada di Provinsi Aceh," lanjut M. Atar. 

Dalam peningkatan PAD, HMI berharap pemerintah mampu membaca peluang dan memamfaatkan sumber daya yang ada, melalui dinas terkait untuk lebih gesit dalam memajukan kota ini, yang paling penting penegakan syariat Islam di Lhokseumawe harus dilakukan dengan menyeluruh, sehingga tidak terkesan tebang pilih. 

"Kita berharap Wali kota dapat melakukan terobosan efektif dalam tiga tahun terakhir masa kepemimpinannya sehingga nantinya Kota Lhokseumawe menjadi kota metropolitan di Indonesia, begegas Pak Wali, 3 tahun tidak lama." Tutup M. Atar. (Red)