Aktivis IMM Ingatkan Bupati Abdya Jangan Diam Atas Penyerobotan Lahan oleh Oknum TNI

Redaksi 11 Mei 2020 | 16:06 403
Aktivis IMM Ingatkan Bupati Abdya Jangan Diam Atas Penyerobotan Lahan oleh Oknum TNI

Dok. RK

Aceh Barat Daya,  Sekretaris umum pimpinan komisariat iIatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Aceh Barat Daya (PK IMM STIT), Muhammad Ali Akbar sangat  menyayangkan sikap bupati yang diam  terhadap kasus penyerobotan lahan milik warga kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya yang  diduga dilakukan oleh oknum TNI dari Komando Distrik Militer (Kodim) 0110 Aceh Barat Daya. Senin, 11/05.

Penyerobotan lahan tersebut bermula pada tanggal 12 maret 2020 yang merupakan perkebunan sawit milik kelompok kuala pertiwi, Muhammad Ali Akbar berharap Bupati Akmal Ibrahim tidak diam terhadap indikasi perampasan lahan yang dilakukan secara keji dan semena- mena oleh oknum TNI terhadap masyarakat. 

Ia juga membenarkan adanya aksi penculikan tersebut di lakukan pada tanggal 26 Maret malam, oknum TNI berinisial IS tersebut menjemput korban di rumahnya, lalu di bawa ke pinggir pantai. Menurut pengakuan korban dirumahnya, lalu dibawa ke bibir pantai.

Menurut pengakuan korban, korban diancam dibunuh dan dan ditanam hidup – hidup jika masih menggarap lahan tersebut tidak hanya itu, korban sempat dikejutkan dengan ledakan senjata.

Padahal tanah yang di garap oleh korban merupakan tanah yang memiliki sertifikat dan sah secara kepemilikan menurut BPN Aceh Barat Daya yang turun secara langsung pada 25 Maret 2020 yang lalu.

"Saya meminta kepada Bupati Aceh Barat Daya dalam hal ini  Akmal Ibrahim,SH untuk tidak diam dalam kasus ini, apa lagi tanah yang berada di krung itam desa lama tuha adalah milik masyarakat dan masuk dalam wilayah aceh barat daya" kata M. Ali Akbar.

Lanjut,  Muhammad Ali Akbar, jika bupati saja diam dan tidak membela rakyat atas kasus perampasan lahan ini, terus kepada siapa rakyat harus meminta bantuan. (Red/RK)