Kisah Keluarga Pasien Positif Covid -19 (MH) Asal Abdya

Redaksi 05 September 2020 | 20:31 1275
Kisah Keluarga Pasien Positif Covid -19 (MH) Asal Abdya

Gambar Ilustrasi

Abdya - Sebagaimana kita ketahui di media kabar, memberitakan Balitbangkes Aceh ditutup karena dua petugas positif tertular Covid – 19.

Laboratorium Balitbangkes Aceh yang selama ini memeriksa sampel sweb dari seluruh Aceh untuk sementara ditutup sampai saat ini Balitbangkes Aceh belum aktif direncanakan pada tanggal 28 Agustus 2020 berfungsi kembali .

Pada tanggal 29 Agustus 2020 sudah keluar hasil sweb RT PCR dari Balitbangkes Aceh yang menyatakan 7 orang dari seluruh keluarga terinfeksi covid-19  yang berinisial MH  hasil pemeriksaan dinyatakan positif covid -19 dengan nomor surat : PM.03.03/3/831/2020 dan ditambah 5 orang dengan  Jumlah pemeriksaan untuk Abdya 12 orang dinyatakan positif. 

"Pihak keluarga dalam keadaan berduka sangat kecewa dengan hasil sweb sekeluarga yang dinyatakan positif. Termaksuk meninggalnya almalhum (MH) karena meningal akibat menunggu hasil swab sehingga tidak dilakukan tindakan operasi batu ginjal.

Kronologi Singkat (MH)  pasien Pada hari Kamis, 13 Agustus 2020 tanpa rujukan dari RSUTP pasien berobat ke RSU Meuraxa lantaran RSUTP Abdya tutup dan baru di buka tanggal 16 Agustus 2020.

Hasil pemeriksaan di RSU Meuraxa setelah dilakukan USG ternyata ada batu ginjal kiri dan kanan sehingga air kencing sama sekali tidak keluar,kondisi pasien sudah 5 hari tidak bisa kencing sama sekali.

Pada tanggal 14 Agutus 2020 pasien akan dilaksanakan operasi pada jam 16.00 wib di rujuk ke  RS Harapan Bunda dan pasien dilakukan Rapid Tes Anti Bodi dan dinyatakan hasil reaktif karena pasien dalam keadaan sakit dan kemudian di rujuk ke RSU ZA Lama (PENIRE) untuk dilakukan Rapid Tes Anti Gen dan hasil dinyatakan pasien NEGATIF COVID – 19.

 Di karenakan pasien Negatif, pasien di bawa ke IGD – RSUZA untuk dilakukan tindakan dan pasien di rawat di Ruang RAUDHAH 5. Sudah 4 hari menunggu tidak ada tindakan sehingga hari ke 5 keluarga meminta dilakukan Sweb Mandiri ke UNSYIAH dengan harapan hasil sweb cepat keluar dan cepat dilakukan tindakan. Dalam keadaan menunggu keluar hasil Sweb kondisi pasien sudah 6 hari juga belum ada tindakan.

Pada hari Rabu, 19 Agustus 2020 jam 18.40 wib pasien meninggal dunia karena tidak ada tindakan lantaran menunggu hasil sweb keluar. Akhirnya jenazah di bawa pulang dan dimakamkan secara normal karena lantaran hasil Rapid Tes Antigen di PENIRE RSUZA menunjukan dan dinyatakan NEGATIF, setelah 3 hari pemakaman hasil sweb dinyatakan positif.

Pasien (MH) meninggal di RSUZA sudah 6 hari tidak ada tindakan medis sama sekali dikarenakan menunggu hasil sweb keluar. Tindakan swab dilakukan pada hari ke 5 bukan hari pertama, itu pun karena permintaan keluarga untuk segera swab mandiri ke Unsyiah.

Hasil swab di unsyiah keluar 6 hari  dari swab sampai dengan 3 hari pemakaman baru keluar hasil sweb sedangkan sampel swab lain dikirim dan menunggu dari Balitbangke Jakarta dengan waktu yang lama.

Hasil sweb sekeluarga dinyatakan positif yang terkontaminasi dengan pasien meninggal covid hasil pemeriksaan sweb keluar dari BALITBANGKES ACEH pada tanggal 29 Agustus 2020. 

Data Hasil sweb sekeluarga yang dinyatakan positif di kirim melewati HP (WA Aplication) ke Pihak keluarga oleh Kadinkes Abdya (Safliati SST Mkes) yang mana data tersebut terstempel basah RAHASIA yg berjumlah 12 orang secara kolektif. Ironisnya dipublikasikan ke media dan tersebar di grub-grub WA Aplication dengan data lenkap nama dan sampai kealamat korban.

Para muspika dan satgas covid – 19 tidak pernah sama sekali turun kerumah keluarga korban apa lagi bantuan, tindakan hanya sebatas isolasi mandiri di rumah itu pun disampaikan melalui media kabar  Serambi Indonesia.

Sampai saat ini pihak keluarga belum menerima Hasil Lab yang Valid dari BALITBANGKES ACEH. (Ali)