Tokoh Pemuda Lawe Alas Katakan Kunker Kepala Desa Merupakan Plesiran Wisata Bermanfaat Meyengsarakan Masyarakat.

Redaksi 25 Maret 2021 | 13:37 52
Tokoh Pemuda Lawe Alas Katakan Kunker Kepala Desa Merupakan Plesiran Wisata Bermanfaat Meyengsarakan Masyarakat.

Gani Suhud, Tokoh Pemuda Lawe Alas

Aceh Tenggara - Gani Suhud, Tokoh Pemuda Lawe Alas menilai kegiatan pelesiran atau kunjungan wisata kepala desa dan BPK yang di ikuti 325 desa ke Lombok yang di ikuti 650 orang itu  menurut kami merupakan kegiatan bermanfaat untuk menyengsarakan masyarakat. 

"kunjungan para kepala desa Aceh Tenggara ke Lombok merupakan wisata bermanfaat meyengsarakan masyarakat". - Ungkap Gani Suhud pada Kamis (25/03/21).

Menurutnya, Aceh Tenggara jika Secara umum ditinjau dari potensi pengembangan ekonomi, wilayah ini termasuk Zona Pertanian dan peternakan diantaraya seperti padi, jagung, getah karet, kelapa sawit, kakao, ikan air tawar dan lainnya. Mengapa dana yang digunakan untuk Plesiran ke Lombok itu digunakan untuk mengembangkan perekonomian rakyat.

Tambahnya, apalagi terlebih saat ini banyak petani mengalami gagal panen akibat kemarau sebelumnya melanda ditambah kelangkaan pupuk bersubsidi yang sangat di butuhkan petani.
 
Gani Suhud, Tokoh pemuda kecamatan lawe alas menuturkan "Setahu saya di Aceh Tenggara belum ada kelompok/asosiasi pelaku wisata terlebih di desa desa namun kalau kelompok pertanian jelas ada di setiap desa adapun potensi wisata di Aceh Tenggara tentu tidak sesuai dengan kondisi geografis lombok, dimana laut lombok tak sama dengan laut (kali) lawe alas dan (kali) lawe bulan"

"Tentu kita mengamini kata pepatah jauh berpergian maka banyak kita lihat dan lama hidup banyak yang di rasakan asalkan biaya berpergian dan biaya hidup dilombok bukan dana desa. melainkan biaya pribadi". Katanya.

Kita berharap masyarakat menagih pembelajaran apa yang di dapat parak Kepala Desa  selama pelesiran atau kunjungan belajar di Lombok. dan Gani Suhun pun mengkhawatikan kepergian merekan Ke Lombok itu pulang membawa virus kepada warga masyarakat di Aceh Tenggara, apa lagi sekarang sudah di temukan lagi varian terbaru virus Covid-19 dan kasusnya sudah di Indonesia. (Hakiki)