Konser BPIP di Tengah Pandemi Covid-19 

Redaksi 22 Mei 2020 | 12:12 71
Konser BPIP di Tengah Pandemi Covid-19 

Hajjatul Fajrina

Oleh Hajjatul Fajrina
Mahasiswi Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN AR-RANIRY Banda Aceh

Siapa yang tidak tahu dengan Covid-19 (Corona Virus Disease 19) yang saat ini sudah menyebar hampir ke seluruh dunia. Bahkan telah memakan banyak korban.

Infeksi Virus Corona (Covid-19) pertama kali ditemukan dikota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan sangat cepat dan telah menyebar keseluruh Negara termasuk Indonesia hanya dalam waktu beberapa bulan.

Menurut data yang di liris gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Republik Indonesia, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 hingga tanggal 14 Mei 2020 adalah 16.006 orang dengan jumlah kematian 1043 orang. 
Dari kedua angka ini, dapat disimpulkan bahwa tingkat kematian yang disebabkan oleh Covid-19 di Indonesia adalah sekitar 6,5 %.

Virus corona terus meningkat di berbagai Negara, sehingga membuat beberapa Negara memberlakukan Lockdown dalam rangka memcegah penyebaran virus Corona. Bahkan diIndonesia sendiri, pemerintah mengeluarkan kebijakan agar masyarakat melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai dari Sosial Distancing (pembatasan sosial) , jaga jarak hingga memakai masker saat keluar rumah untuk menekan penyebaran virus corona. 

Di tengah pemberlakuan PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar, baru-baru ini masyarakat dikejutkan dengan di adakannya konser yang bertema Berbagi Kasih Bersatu Melawan Corona yang digelar oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), MPR-RI,

dan Badan  Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada tanggal 17 Mei 2020 lalu yang turut di hadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia yaitu JOKO WIDODO yang menuai banyak kritik. Ada sejumlah pendapat negative terhadap gelaran konser tersebut. 

Kepala Badan Komunikatif Strategis Dpp partai Demokrat “ Ossy Dermawan” mengkritisi sikap para tokoh yang hadir dalam konser tersebut lantaran tidak menjaga jarak satu sama lain. Dia mengetahui itu lewat foto yang di unggah anggota BPIP Benny Susetyo. 

“Nyuruh Rakyat untuk cegah penyebaran virus Corona dengan jaga jarak, tapi dari foto konser MPR-BPIP ini sama sekali tidak diterapkan Physical Distancing.” Ujar lewat akun twitter miliknya. 

Konser yang bertema berbagi kasih melawan corona tersebut di klaim telah melanggar Sosial Distancing saat penerapan PSBB dan juga menyinggung umat islam yang tengah menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Padahal selama PSBB dalam pandemic Covid-19 sudah tidak ada konser music yang melibatkan penonton berkerumunan di satu tempat.

Bahkan, Wakil Presiden Kyai H. Makhruf Amien yang seorang kyai pun diklaim tidak dapat mencegah tetapi justru ikut menikmati semaraknya konser tersebut.  Tentu hal ini  membuktikan bahwa aturan yang di tetapkan oleh pemerintah tidak dijalankan dengan baik. 

Oleh karena itu, kita sebagai masyarakat harus mempunyai kesadaran diri untuk mencegah penyebaran virus corona dengan menaati peraturan-peraturan yang telah di tetapkan oleh pemerintah mulai dari Pembatasan sosial, tidak berkumpul, jaga jarak, selalu memakai masker saat keluar rumah dan selalu berdoa kepada Allah SWT.

Semoga wabah ini cepat berlalu agar kita dapat berkumpul dengan orang-orang yang kita sayang dan dapat menjalankan aktivitas seperti biasanya. Nah!