STIkes Muhammadiyah Lhokseumawe Yudisiumkan 119 Mahasiswa

Redaksi 04 Mei 2019 | 17:31 237
STIkes Muhammadiyah Lhokseumawe Yudisiumkan 119 Mahasiswa

Koran Independen.co. Lhokseumawe. - Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah atau STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe melaksanakan yudisium tahun akademik 2018/2019 di Gedung Hasbi Ash-Shiddeiqy Kota Lhokseumawe sebanyak 119 mahasiswa Sabtu (4/5/19).

Ketua STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe Ns Mursal M. Kep dalam menyampaikan bahwa lulusan STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe telah teruji dgn kemampuan yang tidak diragukan lagi, karena STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe tidak berani meluluskan mahasiswa bila mahasiswa tersebut belum benar-benar menjadi perawat yg profesional, unggul dan islami sebagai motto STIKes itu 

"Dan saya yakin dan percaya yang diyudisiumkan hari ini telah mampu berkerja dimanpun dan bahkan mampu membuka praktek mandiri, oleh karena itu bagi penyedia jasa perawat baik rumah sakit pemerintah maupun swasta atau dinas kesehatan tidak perlu ragu terhadap lulisan kami, telah banyak kami buktikan dgn banyaknya alumni stikes muhammadiyah lhokseumawe yg sampai hari ini telah menjadi pejabat, perawat profesi di berbagai istansi pemeritah di aceh pada khususnya dan indonesia umumnya." Sebutnya.

Karena itu pihak STIkes memberitahukan kepada para alumni bahwa telah kami yudisiumkan ini hari ini dan untuk seterusnya jagalah almamater dengan baik dan saling mendukung dimanapun dan kapanpun, kalian adalah keluarga besar Muhammadiyah dan ingat bahwa Muhammadiyah ada dimanapun kaliam berada baik dalam negeri maupun di luar negeri maka jgn ragu kembalilah mengabdi di amal usaha Muhammadiyah. 

lebih lanjut STIKes Muhammadiyah tahun akademik 2018/2019 kembali menerima mahasiwa baru untuk dibekali ilmu agama dan ilmu perawat, dan memyediakan beasiswa Bidikmisi, PPA, dan Sang Surya.  

Sementara Ketua PPNI ACEH (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) Abdurrahman, S. Kp M. Pd hadir dan menyumpahkan para yudisum STIkes Muhammadiyah Lhokseumawe, dan dalam sambutan menyampaikan bahwa tidak pernah ragu terhadap lulusan STIkes Muhammadiyah Lhokseumawe.

"Saya tau persis STIeks Muhammadiyah adalah STIkes yang berkarakter dalam menjalankan pendidikan perawat dikalaborasi dengan pendidikan agama, sehingga melahirkan perawat yg islami, unggul dan progesional.  dan melanjutkan bahwa kompetensi bukanlah menjadi sebuah hal yang menakutkan, tetapi seorang perawat memang harus berkompeten." terangnya. 

Seorang perawat itu harus bisa menjaga nilai nilai profesi, karena perawat itu di ikat dengan sumpah. 
PPNI sebagai wadah profesi terus mendampingi perawat apabila terjadi persoalan hukum dalam bekerja akan di berikan bantuan advokasi, sampai persoalan tersebut selesai, dan saya sebagai ketua PPNI menyambut lulusan STIkes Muhammadiyah Lhokseumawe untuk bersama kita bisa. (Far)