Presiden Komite Perdamaian Dunia, Mr. Djuyoto Suntani Minta TNI/Polri Tidak Tangkapi Para Tokoh Indonesia

Redaksi 31 Mei 2019 | 17:30 626
Presiden Komite Perdamaian Dunia, Mr. Djuyoto Suntani Minta TNI/Polri Tidak Tangkapi Para Tokoh Indonesia

Foto : Mr Djuyoto Suntani (tengah)

Koran Independen.co. Jakarta. - Presiden Komite Perdamaian Dunia atau lebih dikenal dengan The World Peace Kommittee (WPC), Mr Djuyoto Suntani mengingatkan Pemerintah Republik Indonesia, Khususnya institusi Polri. Terkait kekisruhan Politik dalam negeri Pasca Pemilihan Presiden yang telah memakan korban kurang lebih 500 jiwa anggota KPPS dan ribuan yang masih dalam perawatan medis.

Hal ini berujung penolakan hasil pemilu oleh demo aksi massa pada tanggal 21-22 Mei 2019 lalu. Yang diduga ditenggarai kecurangan secara terstruktur, sistematis dan masif yang telah memakan korban jiwa terdiri dari anak-anak dan dewasa hingga penangkapan para tokoh dan masyarakat sipil .  

"Tuhan menciptakan alam semesta dengan dua kutub yang berbeda. Ada aiang dengan malam, ada gelap dan terang, positif dan negativ dan seterusnya. Itulah hakekatnya kehidupan alam semesta." Ujar Mr Djuyoto Suntani.

Menurutnya, para tokoh yang berseberangan dengan Pemerintah memang harus ada, disitulah ada proses dialektika hal ini dibutuhkan oleh sebuah negara sebagai pengontrol dan penyeimbang di dalam demokrasi.

Negara harus menjamin ketertiban dan keamanan bagi rakyatnya demi kelangsungan sebuah negara, 

namun tidak boleh merusak tatanan dan sistem sebuah negara demokrasi. Yang saat ini sedang berkembang di Indonesia.

Mereka tidak boleh ditangkap dan ditahan karna perbedaan politik, dan mereka bukan penjahat kriminal. Lebih sangat memperihatinkan banyaknya para masyarakat yang ditangkap aparat kepolisian bahkan dipenjarakan karna sikap kritisnya terhadap pemerintah melaui undang undang ITE.

"Hal ini akan manjadi catatan buruk dalam sejarah dan menciderai demokrasi di Indonesia yang sudah baik dan telah mendapat apresiasi dunia. Bahwa Indonesia adalah negara demokrasi terbesar dan telah mendapat predikat urutan ke-3 terbaik dari negara negara didunia."Ttegas tokoh dunia yang telah menyumbang kendi emas Pancasila di Mabes Polri Ini.

Lanjutnya, Ia mendesak agar berbagai pihak dan para pemangku jabatan untuk menyudahi dan Stop menangkap dan menahan para tokoh Indonesia yang berseberangan pandangan politik dengan Pemerintah saat ini. 

"Mereka semua saudara kita, keluarga kita, aset nasional Indonesia," tegas Tokoh dunia kelahiran Indonesia yang menciptakan Gong Perdamaian Dunia di seluruh penjuru dunia itu. 

Beliau juga mengingatkan kembali "Tahun 2003 ketika Polri diserang seluruh elemen masyarakat di seluruh Indonesia, saya yang membela dan menyelamatkan institusi Polri," tegas Tokoh dunia yang menciptakan etika dunia Ini.

"Mereka adalah aset Bangsa Indonesia," tegas tokoh dunia yang memberi kemerdekaan Negara Gibraltar dan Kosovo di Eropa, yang menetapkan Jerusalem sebagai Ibukota Perdamaian Dunia, yang menghentikan pemberontak di Kolombia, mendamaikan Korea Utara dengan Korea Selatan.

Tokoh paling berpengaruh dan paling dihormati di dunia yang menjabat President the World Peace Committee 202 Negara, Mr Djuyoto Suntani yang lahir di Jepara Indonesia Minta Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk berhenti menangkap para Tokoh Indonesia yang berseberangan dengan Pemerintah. (Red)