PWPM Aceh Gelar Diklatsar KOKAM Sesumatera Pada 25 sampai 28 Juli 2019

Redaksi 22 Juni 2019 | 15:04 305
PWPM Aceh Gelar Diklatsar KOKAM Sesumatera Pada 25 sampai 28 Juli 2019

Foto : Diklatsar KOKAM Aceh dan Sesimatera 2019

Koran Independen.co. Banda Aceh. - Seiring dengan usainya masa pergolakan tersebut dan Indonesia memasuki masa damai, Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) secara alamiah juga berubah fungsi dan peran, yakni sebagai salah satu jalur pembinaan anggota Pemuda Muhammadiyah berdasarkan minat, bakat, dan kemampuannya serta pengembangan arah aktivitas dari satuan pengamanan (Kegiatan dan Amal Usaha Muhammadiyah) ke arah penyiapan sumber daya terlatih untuk penanganan masalah – masalah publik berbasis kebencanaan.

Mengingat kondisi Aceh dan sekitarnya merupakan wilayah rawan bencana baik secara geografis, geologis, hidrologis dan demografis. Kondisi daerah Aceh berada di pertemuan beberapa lempeng tektonik bumi dikelilingi oleh beberapa gunung berapi, Daerah Kepulauan, degradasi lingkungan yang tinggi dan penduduk yang berlatar belakang dari banyak suku dan etnis. Oleh sebab itu hampir sebagian besar potensi ancaman bencana di wilayah Provinsi Aceh dan sekitarnya seperti Tsunami, Gempa Bumi, Banjir, Tanah Longsor/Gerakan Tanah, Gunung Api, Gelombang Pasang Air Laut, Angin Puting Beliung, Kebakaran, Konflik Sosial dan Teror.

Saat konferensi pers bersama media pada tanggal 2 Januari 2019, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh melaporkan tercata 294 kali kejadian bencana di Aceh selama tahun 2018 dengan total kerugian lebih kurang Rp. 848, 2 Miliar. Hal ini meningkat secara signifikan (64%) dari tahun 2017 dengan jumlah kejadian bencana sebanyak 185 kejadian.

Bencana yang paling banyak terjadi yaitu kebakaran pemukiman sebanyak 143 kali kejadian, disusul oleh puting beliung 93 kali, banjir genangan 90 kali dan kebakaran hutan dan lahan sebanyak 44 kali kejadian. Wilayah yang paling banyak mengalami kejadian Bencana di Tahun 2018 adalah Kabupaten Aceh Besar, disusul Aceh Tengah, Aceh Barat, Aceh Jaya, Bireuen dan Aceh Tenggara.

Kebakaran pemukiman paling banyak terjadi di Aceh Besar sebanyak 18 kali kejadian, Aceh Tenggara 7 kali dan aceh barat 6 kali kejadian. Kebakaran Hutan dan Lahan juga masih banyak terjadi di Aceh Besar, Aceh Tengah dan Aceh Barat. Sedangkan Banjir genangan paling banyak terjadi Aceh Selatan, Aceh Tenggara, Aceh Tamiang, Bireuen, Aceh Jaya dan Aceh Barat. Sedangkan Banjir bandang seringkali menerjang Kabupaten Aceh Tenggara, sebanyak 4 kali kejadian, terakhir terjadi pada tanggal 31 Desember 2018 kemarin.

Dampak yang ditimbulkan akibat bencana di Aceh Tahun 2018 antara lain pengungsi sebanyak 10.754/36.696 Jiwa, meninggal dunia akibat bencana sebanyak 46 orang dan Luka-luka sebanyak 33 orang sementara kerugian akibat bencana yang paling banyak dialami oleh Kabupaten Aceh Utara sebesar Rp.239,5 milyar, disusul Aceh Tenggara Rp. 81,9 M,- Aceh Barat Rp. 81,8 milyar, Aceh Besar RP. 68 milyar dan Bener Meriah sebesar Rp. 63,5 milyar.

Adapun pembinaan KOKAM Pemuda Muhammadiyah mengarahkan pada pembentukan profil personal sebagai subyek dan pelaku dengan dukungan sistem kelembagaan dan kualifikasi spesifik dan profesional pada bidang yang digelutinya, bedasarkan minat, bakat, dan kemampuan masing-masing.

Acara Diklatsar KOKAM Aceh Sesumatera ini akan digelar oleh Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Aceh di Kabupaten Aceh Jaya, pesisir barat Aceh nan eksotis dengan pemandangan alam yang memukau hamparan laut dan gunung tersaji indah di kabupaten ini, pada hari Kamis-Minggu, 25-28 Juli 2019 dan terkonsentrasi di Areal Komplek Perkantoran Bupati Aceh Jaya.

“Kita berharap kader yang memiliki militansi untuk membela Persyarikatan Muhammadiyah dan Kader yang  ahli dalam Bidang Penanggulangan Bencana seperti SAR, Kepalangmerahan dan Tugas-Tugas Kemanusiaan lainnya”. Ujar Ihwan Julmi, selaku Ketua Panitia.

Adapun materi yang akan disampaikan dalam Pelatihan Kader Cinta Negara, SAR dan Regu Gerak Cepat Penanggulangan Bencana KOKAM Pemuda Muhammadiyah Aceh terdiri dari :

  1. Nilai-Nilai Kebangsaan (Pancasila dan Undang-Undang Dasar Tahun 1945 serta Kesemaptaan Jenderal Besar Soedirman);
  2. Kaji Cepat saat Penanggulangan Bencana;
  3. Pengenalan dan Praktek Lapangan Sistem Komunikasi Kebencanaan (Radio Very High Frequency & High Frequency);
  4. Ketauhidan;
  5. Idiologisasi Pemuda Muhammadiyah;
  6. Sejarah Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammmadiyah (KOKAM);
  7. Peran Pemuda dalam Memberantas Bahaya Narkoba;
  8. Manajemen Logistik dan Penanganan Pengungsi;
  9. Latihan Fisik dan PBB;
  10. Kedisiplinan;
  11. Peran Relawan dalam Penanggulangan Bencana;
  12. Manajemen Pos Komando Penanganan Darurat Bencana;
  13. Lomba Mendirikan Tenda Pleton;
  14. Peran KOKAM Aceh pada masa Konflik, Gempa & Tsunami Aceh;
  15. Pengetahuan dan Praktek Dasar Imam Shalat;
  16. Pengetahuan dan Teknik Evakuasi;
  17. Pengetahuan dan Teknik Explorer SAR / Kompas;
  18. Pengetahuan dan Teknik P3K;
  19. Penugasan Individu dan Kelompok.
  20. 20 Materi lain yang relevan sesuai dengan bidang/unit keahlian di KOKAM.

"Diklatsar KOKAM se Sumatera ini merupakan kerjasama antara PWPM Aceh dan PDPM Aceh Jaya dan untuk PWPM Aceh sebelumnya pernah melaksanakan Diklatsar KOKAM pada tahun 2017 dan 2018 sementara PDPM Aceh Jaya pernah melaksanakan Diklat pada tahun 2018 lalu." Tutup Ihwan Julmi atau yang akrab disapa Daewan ini. (Red/TRDC).