IPAU Ungkap dan Selesaikan Perkara Hukum Oknum Polisi yang Memukul Anggota DPR Aceh

Redaksi 17 Agustus 2019 | 14:36 55
IPAU Ungkap dan Selesaikan Perkara Hukum Oknum Polisi yang Memukul Anggota DPR Aceh

Istimewa

KORAN INDEPENDEN, BANDA ACEH – Ikatan Pemuda Aceh Utara (IPAU) meminta Kapolda Aceh untuk mengusut tuntas oknum Polisi yang terlibat dalam pemukulan Ketua Komisi I DPR Aceh, Azhari Cagee.

Hal ini disampaikan Sekjend IPAU, Bustami saat mendampingi Azhari Cagee membuat laporan di Mapolda Aceh, pada Kamis (15/8/2019) malam.

Seperti diberitakan sebelumnya, Azhari Cagee ikut menjadi sasaran amukan sejumlah oknum anggota polisi saat mencoba melerai pemukulan terhadap mahasiswa yang berdemo di depan Gedung DPR Aceh, pada Kamis (15/8) sore.

Sekjend IPAU, Bustami menyayangkan sikap oknum Polisi yang terkesan arogan saat mengawal mahasiswa berdemo. Seharusnya polisi bisa lebih santun dalam mengamankan pendemo.

“Tugas polisi adalah mengayomi dan melindungi rakyat, bukan sebaliknya terlibat dalam aksi anarkis dengan melakukan pemukulan, hal ini sudah masuk dalam ranah hukum,” ujar Bustami.

Karena itu, Bustami meminta Kapolda Aceh untuk memecat oknum Polisi yang terlibat dalam pemukulan mahasiswa dan Azahri Cage, yang merupakan Ketua Komisi I DPR Aceh.

“Sanksi pemecatan perlu di atas meja agar menjadi pembelajar bagi mereka yang mengedepankan arogansi, sehingga nama baik Institusi Kepolisian yang melindungi dan mengayomi masyarakat tetap terjaga,” kata Bustami.

Ia menambahkan, apalagi yang dipukul adalah anggota DPR Aceh, dimana melecehkannya sama saja dengan melecehkan lembaga Negara, karena DPR Aceh salah satu lembaga Negara yang mendapat hak istimewa dari undang-undang, dan merupakan pengejawantahan dari masyarakat Aceh.

“Kalau kejadian ini tidak disikapi dengan tegas oleh Kapolda Aceh, kita khawatir citra Kepolisian yang mengayomi dan melindungi akan dipertanyakan, yang pada akhirnya hilang kepercayaan publik,” ungkap Bustami.

Sebelumnya diberitakan, aksi unjuk rasa oleh puluhan mahasiswa dari beberapa kampus di Aceh yang berlangsung di Gedung DPR Aceh, pada Kamis (15/8), berakhir ricuh dan sejumlah mahasiswa turut diamankan oleh pihak kepolisian.

Demo yang digelar bertepatan dengan peringatan 14 tahun damai Aceh tersebut menuntut agar isi MoU Helsinki dan UUPA direalisasikan secara menyeluruh. Salah satunya adalah masalah bendera dan lambang Aceh.

Dalam aksi tersebut, para mahasiswa sempat mencoba mengibarkan paksa bendera bintang bulan, namun dicegah oleh pihak keamanan sehingga terjadi dorong mendorong antara mahasiswa dan petugas keamanan yang berujung kericuhan.

Salah seorang anggota DPR Aceh, Azhari Cage, turut menjadi korban saat kerusuhan tersebut terjadi. Politisi Partai Aceh ini ikut mendapat pemukulan oleh sejumlah oknum polisi saat kericuhan.[red/S]