HMI Kecam Tindakan Represif Sepihak Polisi Kawal Aksi Demo Mahasiswa

Redaksi 25 September 2019 | 08:52 95
HMI Kecam Tindakan Represif Sepihak Polisi Kawal Aksi Demo Mahasiswa

Ist

Koran Independen, Lhokseumawe. Tindakan Represif pihak kepolisian pada aksi 24 September 2019, telah mengakibatkan jatuh korban dari pihak mahasiswa dibeberapa wilayah indonesia. Himpunan Mahasiswa Islam cabang Lhokseumawe - Aceh Utara dengan ini sangat menyanyangkan dan mengecam pihak kepolisian yang telah melakukan tindak di luar batas kemanusian.

"HMI menyadari bahwa hal ini dilakukan oleh oknum, kendati demikian sungguh sangat disayangkan dapat mencoreng nama baik institusi kepolisian yang mulai kembali mendapatkan kepercayaan di hati masyarakat." Ujar M. Atar, ketua HMI Cabang Lhokseumawe-Aceh Utara.

Polisi yang seharusnya menjadi pelindung penganyom masyarakat justru melakukan tindakan yang melukai hati rakyat. Aksi 24 september 2019 adalah legal secara konstitusional dan bentuk kekecewaan rakyat kepada pemerintah dan DPR yang telah melemahkan KPK dengan melakukan Revisi UU No 30 tahun 2002 tentang komisi pemberatasan korupsi.

"Mahasiswa Sebagai agen of control, tidak akan berdiam diri melihat kondisi negara yang carut marut sehingga cita-cita Reformasi terbaikan, lagi-lagi hal yang sungguh tidak diinginkan kembali terjadi dengan membenturkan mahasiswa dengan kepolisian." Tegas M. Fadhil, Sekretaris HMI Lhokseumawe-Aceh Utara.

Maka dari itu Himpunan Mahasiswa ISLAM Lhokseumawe - Aceh Utara mendesak Presiden dan DPR untuk memberhentikan Kapolri karena tidak mampun mengkoordinir anggotanya untuk tidak melakukan tindakanrepresif, dan HMI menolak Hasil Revisi UU KPK meskipun telah disahkan dalam rapat paripurna DPR.

Jikapun revisi UU KPK tidak bisa di cabut, HMI Lhokseumawe – Aceh Utara mengusulkan pembubaran KPK secara permanen dan mengembalikan kewenanagan pemberatasan korupsi pada aparat penegak hukum, dikarenakan revisi UU KPK sama dengan menciptakan KPK sebagai macan ompong

Demi menjaga stabilitas keamanan, HMI mengajak seluruh mahasiswa dan masyarakat untuk melantukan doa bersama selama 3 hari berturut - turut agar para pemimpin dan wakil rakyat di jakarta dibukakan hatinya, dan kembali kejalan yang benar. (Red/Mat)