Waspada Pengemis Online via Media Sosial di Era Covid-19

Redaksi 05 Mei 2020 | 21:58 388
Waspada Pengemis Online via Media Sosial di Era Covid-19

Rina, Karyawan PT. Bank BRI (Dok. Fauzan)

LHOKSEUMAWE  - Fenomena pengemis online yang menyerbu sosial media dan kolom komentar media online dengan meninggalkan jejak nomor rekening bank dinilai berisiko. Sekretaris BRI (Persero) Tbk Amam Sukriyanto mengatakan informasi nomor rekening itu memiliki konsekwensi yang harus diwaspadai.

"Dengan memberikan informasi tersebut (nomor rekening) dikhawatirkan ada oknum-oknum yang memanfaatkan data dan melakukan social engineering," Sebutnya, Selasa (5/5/2020). 

Meski nama dan nomor rekening sejatinya tidak dapat digunakan untuk membobol rekening bank nasabah, namun tak terutup kemungkinan data itu dapat digunakan oleh oknum tertentu untuk mengorek informasi individu terkait. 

Hal ini dapat dilakukan lewat sambungan telepon atau pun percakapan pribadi untuk merayu dan mengintimidasi nasabah. Oleh karena itu, Amam mengingatkan nasabah untuk tidak membagikan nomor rekening sembarangan di ruang publik demi menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga dan merahasiakan data pribadi yang digunakan untuk mengakses layanan perbankan termasuk nomor rekening, konon lagi di masa pandemi covid ini" ungkap Rina, Karyawan BRI Lhokseumawe. 

Ia menyebutkan modus memberikan nomor rekening bisa jadi merupakan skema penipuan yang dilancarkan oleh oknum yang memanfaatkan rasa empati masyarakat, seperti pinjaman Modal via aplikasi online .

Ada oknum bukan membantu anda dalam peminjaman modal usaha, namun anda tertipu dengan iming-iming berupa pinjaman modal setelah data yang anda berikan lengkap oknum tersebut telah berhasil menipu anda .

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Mandiri Rully Setiawan menyatakan bahwa sekadar nama dan nomor rekening tidak dapat digunakan untuk membobol rekening bank nasabah terkait. selama pin nasabah tidak diretas, rekening nasabah dijamin aman.

Ia juga meyakinkan bahwa sistem keamanan perbankan sesuai dengan arahan Bank Indonesia (BI) tak semudah itu dapat dibobol oknum tak bertanggung jawab, ungkapnya Rully. (Fauzan).