Upacara memperingati hari pendidikan nasional di SMP Negeri 8 Bandar Baru

Redaksi 13 Mei 2022 | 17:41 58
Upacara memperingati hari pendidikan nasional di SMP Negeri 8 Bandar Baru

OPINI | Koranindependen.co - Masih dalam suasana Bulan Syawal Ibu secara pribadi Mengucapkan "Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum, kulla 'amin wa antum bikhoir." Bulan Mei ini tepatnya di tanggal 2 Mei juga di peringati Sebagai Hari Pendidikan Nasional. “ Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani. Mari terus majukan pendidikan Indonesia, agar membawa manfaat bagi bangsa “

Bulan Ramadan telah berlalu banyak pelajaran yang kita peroleh dari ibadah 1 bulan lamanya, yakni :

1. Kedisiplinan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari

Di bulan Ramadhan Berbuka dan makan sahur merupakan rutinitas yang kita lakukan . Tanpa kita sadari, ketepatan waktu menjadi inti kedua hal ini. Bukan hanya itu, saat Ramadan kita cenderung menjalankan sholat tepat waktu.

Ketika terbiasa menjalankan rutinitas ini setiap hari, secara tidak langsung kita melatih tubuh dan pikiran untuk lebih disiplin. Berbekal kedisiplinan saat Ramadan, diharapkan tetap dijalankan juga setelah Ramadan berakhir. Pengaplikasian

praktik baik dibulan Ramadhan berdampak pada peningkatan SDM unggul merupakan solusi dalam menyelesaikan permasalah bangsa, sebagaimana disampaikan oleh Mas mentri Nadiem Anwar makarim, bahwa: “Apapun kompleksitas masa depan, kalau SDM kita bisa menangani kompleksitas maka itu tidak menjadi masalah” .

Tentu SDM yang dikehendaki merupakan kapital intelektual yang memiliki keunggulan kompetitif dan komperatif, serta siap menghadapi era globalisasi. Apalagi saat ini bangsa Indonesia dihadapkan pada tantangan eksternal berupa hadirnya Revolusi industri 4.0 yang bertumpu pada cyber-physical system, dengan didukung oleh kemajuan teknologi, basis informasi, pengetahuan, inovasi, dan jejaring, yang menandai era penegasan munculnya abad kreatif.

Tantangan lainnya yang bersifat internal, berupa gejala melemahnya mentalitas anak-anak bangsa sebagai dampak maraknya simpul informasi dari media sosial. Menghadapi tantangan itu semua tentu harus diimbangi dengan pendidikan yang bermutu supaya dapat menjamin tumbuh kembangnya SDM yang berkualitas, yang bisa bertindak cepat, tepat, dan mampu beradaptasi dengan baik dalam mengantisipasi sekaligus mengatasi dampak negatif dari gelombang perubahan besar tersebut.

Namun sayangnya kondisi pendidikan kita belum menunjukkan hasil yang memuaskan, salah satu indikatornya berdasarkan data skor PISA (Programme for International Students Assessment) tahun 2015 pada tingkat literasi yang meliputi tiga aspek; membaca, kemampuan matematika, dan kemampuan sains, masih berada pada peringkat 10 besar terbawah yaitu peringkat ke-62 dari 72 negara anggota OECD (Orgnization for Economic Cooperation and Development), kita masih kalah dari negara Vietnam (Kompasiana, 16/12/ 2018). Dengan Kedisiplinan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari dapat meningkatkan kualitas SDM Unggul di Indonesia.

2. Pelajaran yang ke 2 membiasakan diri untuk berbagi

Seringkali saat Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk lebih banyak berbagi. Entah itu berbagi kebaikan lewat makanan ataupun bersedekah di beberapa tempat tertentu, setiap kebaikan ini akan melatih kepekaan sosial kita. Seolah level empati kita dapat meningkat tajam, kebaikan yang ditebar saat Ramadan akan semakin melatih kita untuk terbiasa berbagi dengan orang lain. Begitu juga Program Merdeka Belajar menurut Mas Mentri Nadiem Anwar Makarim akan menjadi arah pembelajaran ke depan yang fokus pada meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Merdeka Belajar menjadi salah satu program untuk saling berbagi praktik baik pembelajaran sesama rekan guru juga berbagi praktik baik antar siswa untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, harapannya dapat menciptakan suasana belajar di sekolah yang bahagia suasana yang happy, bagi peserta didik maupun para guru.

3. Yang ke 3 Belajar mensyukuri semua yang dimiliki

Inti dari puasa adalah mengajarkan tentang rasa syukur. Bahwa di dunia ini tidak semua orang mampu menikmati makanan setiap hari. Lewat berpuasa, kita diajarkan untuk ikut merasakan kekurangan yang sebagian orang alami. Dengan begitu, kita akan lebih bersyukur atas nikmat yang sudah dimiliki selama ini. Semakin besar kemampuan kita untuk bersyukur, akan semakin besar pula nikmat dan kebahagiaan dalam menjalani kehidupan. Anugerah terbesar dari Pendidikan adalah guru yang selalu mensyukuri potensi belajar yang dimiliki muridnya.

pada Kurikulum merdeka terdapat Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter, dimaksudkan supaya setiap sekolah bisa menentukan model pembelajaran yang lebih cocok untuk murid-murid, di daerah, dan kebutuhan pembelajaran mereka, serta Asesmen Kompetensi Minimum tidak sekaku UN, Selanjutnya untuk aspek kognitif Asessmen Kompetensi Minimum, menurut Mendikbud materinya dibagi dalam dua bagian: (1) Literasi; bukan hanya kemampuan untuk membaca, tapi juga kemampuan menganalisa suatu bacaan, kemampuan memahami konsep di balik tulisan tersebut; (2) Numerasi; berupa kemampuan menganalisa, menggunakan angka-angka. Jadi ini bukan berdasarkan mata pelajaran lagi, bukan penguasaan konten, atau materi. Namun ini didasarkan kepada kompetensi dasar yang dibutuhkan murid-murid untuk bisa belajar, apapun mata pelajarannya

Nah, itu tadi beberapa pelajaran hidup yang kita peroleh selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan dan mengaplikasikan nya pada kurikulum merdeka. Semoga kita semua mendapatkan hikmah dan nikmat puasa Ramadan tahun ini.

Langkah Kita hari ini untuk kemajuan dunia Pendidikan akan berlanjut, dengan kekuatan Bersatu padu memberikan yang terbaik bagi Ibu pertiwi. Dalam rangka menyongsong abad 21. Melahirkan generasi emas untuk Indonesia yang lebih maju. Mari kita bergerak memberikan layanan Pendidikan yang memerdekakan peserta didik dengan melihat potensi dalam diri peserta didik. Hari ini adalah milik murid kita, sedangkan hari esok adalah milik kita Bersama untuk perubahan yang lebih baik. “pimpin Pemulihan bergerak untuk merdeka belajar “

Merdeka Belajar adalah program kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yaitu , bapak Nadiem Anwar Makarim

Pada merdeka belajar ini sistem pengajaran juga telah berubah dari yang awalnya bernuansa di dalam kelas menjadi di luar kelas. Nuansa pembelajaran akan lebih nyaman, karena murid dapat berdiskusi lebih dengan guru, belajar dengan outing class, dan tidak hanya mendengarkan penjelasan guru, tetapi lebih membentuk karakter peserta didik yang berani, mandiri, cerdik dalam bergaul, beradab, sopan, berkompetensi, dan tidak hanya mengandalkan sistem peringkat (ranking) yang menurut beberapa survei hanya meresahkan anak dan orang tua saja, karena sebenarnya setiap anak memiliki bakat dan kecerdasannya dalam bidang masing-masing. Nantinya, akan terbentuk para pelajar yang siap kerja dan kompeten, serta berbudi luhur di lingkungan masyarakat.

Dengan adanya Merdeka belajar juga  mendukung banyak sekali inovasi dalam dunia pendidikan, terutama kemajuan berbagai lembaga pendidikan termasuk sekolah ataupun madrasah, dengan membentuk pula kompetensi guru. Guru penggerak yang merdeka dalam mengajar tahu akan kebutuhan murid-muridnya sesuai lingkungan dan budaya siswa tersebut.Mengingat Indonesia memiliki banyak suku, adat istiadat dan budaya, tata Krama dan etika pada suatu daerah tentunya berbeda.

Justru perbedaan yang ada membuat kita saling kenal mengenal, dan menjadi bangsa makmur dengan menghargai perbedaan yang ada, gotong royong yang sudah menjadi warisan terpuji leluhur secara turun-temurun. Nilai pancasila dan yang tertuang dalam Bhinneka Tunggal Ika dari kitab kakawin Sutasoma wajib menjadi nilai yang dipegang bersama oleh seluruh masyarakat Indonesia termasuk para pelajar.

konsep Merdeka Belajar oleh pak Nadiem Makarim terdorong karena keinginannya menciptakan suasana belajar yang bahagia tanpa dibebani dengan pencapaian skor atau nilai tertentu

Dan pada merdeka belajar ini Peran guru sebagai seorang pendidik yang ditugaskan untuk mendidik, mengajar, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik, oleh karena itu guru harus mampu mengidentifikasi bakat setiap siswanya supaya dapat memberikan pengarahan dan mengembangkannya sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki. Setiap anak memiliki bakat dan kepribadian yang berbeda, sehingga mendidik anak merupakan hal yang menarik dan unik.

Selamat Hari Pendidikan Nasional. Demikianlah amanat pembina upacara yang bisa saya sampaikan, kurang dan lebihnya mohon maaf. Saya akhiri Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. []