Sampah Masih Menjadi Masalah di Indonesia

Redaksi 30 September 2022 | 11:12 125
Sampah Masih Menjadi Masalah di Indonesia

Efitamala Mahasiswa Prodi Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah Dan Komunikasi Universitas Islam Nergeri Ar-Raniry

Oleh Efitamala
Mahasiswa Prodi Pengembangan Masyarakat Islam
Fakultas Dakwah Dan Komunikasi Universitas Islam Nergeri Ar-Raniry

Seperti yang terlihat hari ini, Indonesia adalah negara terpadat keempat di dunia. Setiap penduduk menyerahkan sampah sebagai bahan untuk diolah dalam kehidupan sehari-hari. Sampah di sekitar kita sangat mudah dilihat dan ditemukan.

Setiap orang menghasilkan limbah. Sampah dibedakan menjadi dua macam yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sejak kecil kita sudah diajarkan untuk hidup bersih dengan membuang sampah pada tempat sampah, namun banyak yang mengabaikan hal ini. 

Sampah masih menjadi masalah di Indonesia, dan sampai saat ini sulit untuk mengatasi masalah tersebut. Misalnya, jumlah sampah plastik di sungai, dampak sampah industri, dan jumlah kasus sampah plastik yang dibuang ke laut yang mencemari kehidupan air semakin meningkat, dan masih banyak orang yang membuang sampah sembarangan.  
Sebuah studi Surveilans Kesehatan 2013 dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa satu penduduk Indonesia harus berurusan dengan 10 kg sampah.

Menurut Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2020 adalah 273,5 juta jiwa. Mengalikannya dengan 10 kg, jumlah sampah yang dihasilkan Indonesia dalam sebulan lebih dari 2 miliar keping. Akibatnya, sungai dipenuhi sampah, sehingga  terjadinya banjir. Belum lagi masalah yang lain seperti  biota laut yang terancam akibat keberadaannya.

Menurut studi Jenna Jeanback 2015, Indonesia adalah pemasok sampah plastik terbesar kedua di dunia setelah China, dengan 187,2 ton sampah dibuang ke laut. yang kita lihat saat ini  bahwa banyak spesies laut mati karena sampah yang di buang ke laut . Akibatnya membuang sampah ke laut adalah rusaknya biota laut.

Saat ini pemamfaatan lingkungan menimbulkan masalah terkait pengelolaan, terutama diperkotaan kota, sehingga banyak negara besar telah menerapkan  pembakaran sampah sebagai alternatif pembuangan sampah. Namun, masalah dengan cara ini adalah biaya pembakaran lebih tinggi dari pada metode pembuangan akhir. 

Permasalahan sampah di Indonesia saat ini antara lain meningkatnya sampah yang dihasilkan oleh masyarakat setempat, kurangnya tempat pembuangan sampah, sampah juga sebagai habitat, dan sarang serangga dan tikus .

Hal Ini menjadi sumber dan habitat bakteri yang sangat  berbahaya. Ada begitu banyak tumpukan sampah tidak hanya bau yang tidak sedap, sehingga mengganggu orang-orang di sekitar kita.    

Sampah tentunya menjadi salah satu masalah utama bagi manusia untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. untuk itu pengelolaan sampah yang tidak tepat menyebabkan pencemaran yang merusak ekosistem tanah dan air sementara manusia sangat membutuhkan tanah dan air untuk kelangsungan hidup.

Jika tidak dikelola dengan baik atau benar dapat menimbulkan penyakit dan dampak buruk lainnya  bagi kesehatan masyarakat jika tidak ditangani.

Pada umumnya sebagian orang menganggap membuang sampah sembarangan bukanlah hal yang buruk dan  yang harus dilakukan. Seseorang akan melakukan suatu tindakan yang dianggap mudah untuk dilakukan. Dengan demikian, masyarakat tidak akan membuang sampah sembarangan jika banyak adanya tempat sampah.

Tempat yang kotor yang banyak sampahnya, bisa membuat orang berpikir bahwa tempat itu boleh saja membuang sampah. Sehingga warga tidak segan-segan membuang sampah.

Pengelolaan sampah yang tepat harus dilakukan untuk melindungi lingkungan. dan dapat dilakukan dengan menggunakan 3R yaitu yang pertama ada Reduce adalah mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah. Kedua Reuse adalah menggunakana kembali sampah yang masih dapat di gunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainya.

Ketiga Recycle adalah mengolah kembali (daur ulang ) sampah menjadi barang atau produk baru yang bermamfaat . Hal ini dapat dilakukan untuk mengurangi sampah plastik di sekitar kita. langkah awal dalam mengurangi jumlah sampah di lingkungan kita bagaimana kebiasaan baik membuang sampah pada tempanya  perlu dipelajari sejak dini untuk melindungi lingkungan bagi generasi yang akan mendatang. 

 Bagaimana cara mengatasinya meskipun ada bukti bahwa sampah bisa berbahaya, sampah juga bisa diubah menjadi barang yang berguna dan bernilai  melalui daur ulang.Untuk Mengurangi dampak sampah, sampah yang telah diolah harus dipisahkan sehingga setiap bagian dapat dikomposkan atau didaur ulang secara optimal, dari pada dibuang kesistem pengolahan sampah campuran saat ini.

Selanjutnya, industri didorong untuk mendesain ulang produk dan memfasilitasi daur ulang produk. Bentuk pengolahan sampah yang paling sederhana dan efektif adalah dengan menumbuhkan kesadaran dari dalam diri sendiri untuk tidak merusak lingkungan dengan sampah. Disamping itu juga diperlukan pengendalian sosial budaya masyarakat untuk lebih menghargai lingkungan.

Peran pemerintah dalam mengatasi sampah  hal ini juga sangat penting, sehingga diharapkan dapat mengurangi kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Semoga!