Wacana (Legalkan) Poligami di Aceh Bergulir

Redaksi 07 Juli 2019 | 07:48 275
Wacana (Legalkan) Poligami di Aceh Bergulir

Foto : Cut Ricky Firsta Rijaya

Oleh : Cut Ricky Firsta Rijaya
(Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Aceh dan aktif di IMM)

Pada hari ini 6 Juli 2019 (kemarin, Red) masyarakat Aceh dihebohkan dengan terbitnya berita di salah satu surat kabar terbesar di Aceh yang mewacanakan membolehkan tindakan poligami oleh anggota dewan yang terhormat dengan harapan akan mengurangi jumlah pernikahan siri di Aceh. Wacana ini bagus, namun pada penempatannya tidaklah tepat di zaman modern ini untuk pelegalkan poligami.

Bukan seperti saat zaman Rasulullah dahulu, pada zaman Rasulullah dahulu, poligami di lakukan untuk menikahi wanita-wanita janda korban perang dan hamba sahaya (budak - budak), dan rasulullah sendiri berpoligami, dengan menikah dengan 13 orang wanita. Ke-13 wanita yang dinikahi oleh rasulullah ini adalah wanita janda yang suaminya meninggal dalam perang dan para hamba sahaya (budak - budak).

Di dalam Al - Qur'an Allah berfirman “Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilama kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi ; dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya” [An-Nisa/4 : 3] 

Saya dapat menyimpulkan ayat di atas adalah, menikahlah dengan wanita-wanita yang kamu senangi sampai dengan maksimal 4 orang wanita, dengam catatan kamu harus belaku adil kepada ke empatnya, dan apabila kamu tidak mampu untuk berbuat adil, maka menikahlah dengan satu orang wanita saja agar tidak berbuat aniaya.

Kembali kepada topik pemberlakuan poligami di Aceh, bilamana diberlakukan, apakah niat berpoligami itu adalah niat untuk beribadah atau hanya untuk mencari kesenangan saja? Karena pada prakteknya di zaman modern ini banyak orang yang salah kaprah dalam memaknai poligami itu, dikarenakan poligami tidak di larang di dalam agama maka ia bebas menikah dengan banyak wanita dan tidak berlaku adil kepada wanita yang sudah ia nikahi.

Dan menurut penulis pribadi dengan adanya wacana di bolehkan poligami ini, pasti akan terjadinya masalah baru, karena kalau niat suami untuk menikah lagi, disanalah akan perceraian, karena di zaman sekarang ini sangat sulit sekali kita jumpai wanita - wanita yang ingin di madu, maka dengan suaminya menikah lagi maka perceraian atau menyudahkan pernikahan itu pasti akan terjadi. 

Nah, agar wacana poligami ini untuk dapat ditinjau kembali, karena menurut hemat penulis ada kalanya kebijakan poligami ini harap untuk ditinjau kembali bagaimana dampak yang akan terjadi kedepannya, apakah lebih kepada positif atau kepada hal yang negatif.

Semoga menjadi renungan dan ada manfaatnya bagi kita semua, akhir kata Saya ingin menyampaikan, poligami tidak dilarang dalam agama Islam, namun bila kita tidak berlaku adil maka cukuplah setia kepada pasangan kita yang satu saja. Mari.