SOLUSI ACEH ADALAH "PASAL POLIGAMI" (1)

Redaksi 08 Juli 2019 | 11:22 283
SOLUSI ACEH ADALAH

(Foto Ist)

Oleh Teuku Muhammad Jafar Sulaiman
(Peminat Agama dan Sosial Budaya Aceh)

Sebagai sebuah Bangsa yang "teuleubeh ateuh rhung donya", kita patut berbangga, bersyukur sedalam-dalamnya bahwa setelah belasan tahun paska tsunami dan belasan tahun paska damai, dari kerja keras siang dan malam, tanpa kenal lelah,  dan dengan tujuan benar-benar mengutamakan kepentingan rakyat banyak daripada kepentingan pribadi dan golongan, elit politik dan elot birokrat kita kini  telah menemukan satu solusi yang cukup ampuh, tepat dan cepat  bagi kemajuan Aceh, bagi kemakmuran Aceh, solusi yang mereka temukan itu adalah "PASAL POLIGAMI".

Sebuah prestasi yang dengan bangga nanti akan kita ceritakan pada anak cucu kita, tetika tumpuan kita sebagai Aceh ada pada KEK Arun dan pada Aceh India Connection dan ketika India dengan sangat serius  menyatakan ingin berinvestasi di Sabang di bidang pelabuhan dan rumah sakit, maka sebagai Aceh, yang diwakili oleh elit-elit politiik dan birokratnya, dijawab dengan " PASAL POLIGAMI", karena di pasal ini terbuka semua ruang dan jalan untuk merealisasikan semua  peluang-peluang bagi kemajuan Aceh itu.

Saat efek dari "Homo Deus" telah diciptakannya "Sophia", sebuah  robot humanoid, yang bisa melakukan apa saja dan telah mendapatkan status kewarga negaraan Arab Saudi, dan Sophia tercatat sebagai robot pertama didunia yang mendapat status kewarga negaraan, elit-elit kita menyahuti perkembangan dunia itu dengan PASAL POLIGAMI dan sangat percaya diri bahwa semua perkembangan "DONYA " tersebut dapat di respon dengan PASAL POLIGAMI.  

Di saat dunia sedang berperang bagi 5G, maka  kita sebagai Aceh, dan lagi-lagi diwakili oleh elit kita, kita malah telah membuat 8G (POLIGAMI GAESS), sebuah terobosan maju, sangat menyejarah bagi dunia dan sangat disegani dunia, karena telah melampaui 3 digit dari 5G.

Atau ketika masyarakat dunia sedang larut dalam industri 4.0, kita dan sekali lagi melalui elit-elit kita yang dalam batok kepala dan dalam otak kecil mereka benar-benar memikirkan Aceh, malah akan membuat industri 8.0 (POLIGAMI.0), sangat-sangat melampaui.


Kita patut berbangga, bertepuk tangan dan mengalungkan rangkaian bunga bagi elit-elit kita. Kita turunkan lagi, belasan tahun paska tsunami dan paska damai, angka kemiskinan Aceh adalah 15,68 persen, dan ini angka tertinggi se Sumatera, artinya Aceh termiskin se Sumatera, maka elit kita telah berikhtiar untuk menemukan solusi mengatasi kemiskinan Aceh dan solusi itu adalah "PASAL POLIGAMI".

Sebagai Aceh, kita semakin gelap, gelap dalam peradaban, gelap dalam pergaulan dunia, gelap dalam visi, gelap dalam memanusiakan manusia, maka elit kita telah menjadi pahlawan, yang menerangi segala kegelapan Aceh itu dengan "PASAL POLIGAMI".

Lihatlah, kita ribut dan menjadi pahlawan ummat ketika melarang segala konser, berteriak-teriak "anjing" bagi yang mengadakan konser,  yang membuat Aceh terus terisolir dari segala perkembangan dan dinamika dunia, mengisolir Aceh dari segala kebahagiaan manusia, maka lagi-lagi, elit kita dengan gagah berani membuka keterisoliran Aceh itu dengan "PASAL POLIGAMI". Elit-elit kita adalah pahlawan....

Bersambung...