Mahasiswa dan Sikap Antikorupsi

Redaksi 12 Desember 2019 | 17:02 61
Mahasiswa dan Sikap Antikorupsi

Ist

Oleh Hamdani
Dosen Poltek Kuta Raja, Banda Aceh dan Pegiat Antikorupsi di Aceh.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mahasiswa adalah seseorang yang menuntut ilmu di perguruan tinggi. Artinya bahwa dalam dunia pendidikan status mahasiswa adalah posisi tertinggi seorang pelajar atau siswa. Karenanya posisi mahasiswa menempati strata atau kedudukan khusus di tengah-tengah masyarakat. Posisi mereka sangat tinggi dalam kelas sosial meskipun mereka belum mapan secara ekonomi. 

Mahasiswa memiliki keleluasaan untuk menyuarakan sesuatu kepada kepada pemerintah atau penguasa, biasanya apabila terjadi ketidakadilan di dalam masyarakat atau negara. Sehingga banyak atribut yang melekat pada mahasiswa seperti pengawal keadilan, kaum intelektual muda, kelompok penekan, agen perubahan (agent of change), dan berbagai macam lainnya. 

Dalam konteks dunia profesional, posisi mahasiswa sudah sangat dekat dengan bahkan terkadang sudah dianggap semi-profesional, karena mahasiswa memiliki pengetahuan dan keterampilan pada bidang yang dipelajarinya dengan baik dan dapat diaplikasikan. 

Oleh sebab itu setelah menyelesaikan kuliah mahasiswa ini hampir bisa dipastikan akan mempunyai posisi atau jabatan yang strategis di perusahaan atau lembaga di mana mereka bekerja dan berkarya. 

Penggerak Kemerdekaan
Dalam aspek pergerakan politik di Indonesia, sejarah perjuangan mahasiswa Indonesia sudah eksis sejak negara ini belum merdeka. Bahkan dapat dikatakan mahasiswa adalah pelopor pergerakan kemerdekaan secara modern melalui organisasi-organisasi pergerakan mahasiswa Indonesia. 

Hal tersebut dapat dilihat dari kepeloporan mahasiswa Stovia yang dimotori oleh Wahidin Sudirohusodo melalui organisasi modern. Termasuk pergerakan kemerdekaan oleh mahasiswa di negeri Belanda, kelompok Kramat Raya, KAMI, Malari, dan pergerakan mahasiswa untuk reformasi yang menggulingkan rezim Soeharto. 

Fakta-fakta ini menunjukkan bahwa mahasiswa adalah kelompok yang selalu berdiri di garda terdepan dalam hampir setiap perubahan yang terjadi di Indonesia bahkan dibelahan dunia. Maka tidak heran jika mahasiswa sangat ditakuti oleh para penguasa culas dan tiran. 

Dari perspektif sosial mahasiswa pun menunjukkan dinamika tersendiri sebagai kelompok yang secara konsisten memperjuangkan hak-hak kaum tertindas serta memberi kontribusi yang tidak kecil dalam rekayasa perubahan sosial menuju masyarakat yang lebih baik. 

Posisi mahasiswa yang independen dan tidak mempunyai kepentingan politik tertentu telah menempatkan mereka pada tempat yang sangat disegani dan dihormati dalam setiap proses perubahan sosial masyarakat. Hingga masyarakat berharap lebih banyak untuk menciptakan perubahan perubahan dari kalangan kampus tersebut. 

Agen of Change
Dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia mahasiswa tercatat mempunyai peranan yang sangat penting dalam berbagai isu nasional dan kenegaraan. Peranan itu tercatat dalam peristiwa-peristiwa besar yang dimulai dari Kebangkitan Nasional tahun 1908, Sumpah Pemuda 1928, Proklamasi Kemerdekaan RI 1945, lahirnya orde baru 1966, dan terakhir gerakan reformasi 1998.

Peran penting para mahasiswa Indonesia itu tidak dapat dilepaskan dari dari karakteristik yang miliki yaitu intelektualitas, berjiwa muda, kritis, dan idealisme. Dengan kemampuan intelektual yang tinggi, energik, membuat mereka penuh semangat. Dalam banyak peristiwa mahasiswa selalu berperan penting dalam menciptakan perubahan (agent of change). 

Sebagai kelompok pembawa perubahan mahasiswa masih sangat dibutuhkan dan ditunggu perannya dalam konteks pemberantasan korupsi di Indonesia. Mahasiswa memiliki intelektualitas dan wawasan keilmuan yang luas untuk membawa negara ini keluar dari persoalan perilaku koruptif yang sudah mendarahdaging. 

Perilaku antikorupsi dapat dimulai dari kalangan mahasiswa sendiri. Dengan menanamkan kebiasaan tidak korupsi dalam kehidupan sehari-hari di kampus baik dalam proses belajar mengajar antara dosen dan mahasiswa maupun dalam situasi traksaksional kegiatan akademik lainnya.

Mahasiswa harus menjadi pelopor juga dalam melawan kejahatan korupsi sebagaimana peran yang telah mereka berikan dalam berbagai perubahan di bidang lainnya. Posisi mahasiswa yang netral dapat mendorong adanya dukungan publik yang lebih luas. Sehingga potensi terjadinya conflik of interest dalam upaya pemberantasan korupsi kecil. Nah! (*)