Pilih Lingkungan yang Baik

Redaksi 27 Juli 2020 | 09:15 61
Pilih Lingkungan yang Baik

Sartika Prodi Aqidah Filsafat Islam Mahasiswi UIN Ar- Raniry

Oleh Sartika
Prodi Aqidah Filsafat Islam
Mahasiswi UIN Ar- Raniry

Pilihan begitu banyak dalam hidup seseorang tapi menjadi pilihan sendiri itu lebih baik jika memang tidak ada unsur yang menyimpang dari hukum negara maupun agama, terlebihnya dalam memilih lingkungan yang  juga akan menentukan karakter seseorang dalam menata jalan hidupnya.

Senada dengan linton, Hurlock juga mengatakan sikap seseorang tidak hanya  ditentukan oleh pribadi orang yang bersangkutan, melainkna juga ditentukan oleh fakto-faktor lingkungan.

Maka bagi orang tua jangan membiarkan anak-ana knya selalu dalam lingkungan yang tidak baik karena sejatinya setiap orang adalah guru kehidupan bagi kita selagi kita mampu mengambil pelajaran darinya.

Teruntuk bagi para mahasiswa dimana mereka yang selalu berbaur dalam lingkungan yang berbeda dan akan menepatkan dirinya untuk lingkungan baru selama dia masih berstatus mahasiswa.

Meski ada orang yang mengatakan tidak besar jaminan kepastian bila seseorang tinggal dilingkungan yang baik maka iya akan baik seperti tempat lingkungannya, itu bisa saja jadi benar karena besar kecilnya pengaruh lingkungan terhadap perkembangan seseorang tidak akan baik bila pengaruh dari orang tua tidak ada mendampinginya pula.

Karena perkataan itu juga sama seperti "tidak ada jaminan jika ayahnya seorang ulama maka anaknya menjadi ulama". 

Sungguh contoh itu tidak mungkin kita jadikan pedoman dalam hidup, setidaknya berikhtiarlah dengan maksimal dan doa yang baik untuk masa depan yang baik pula.

Mari kita sebagai muslim yang baik berbenah pada lingkungan yang baik, jangan habiskan waktu untuk hal- hal yang merugikan masa depan kelak,

Jika kita ada niat dan cita- cita yang begitu besar baik untuk bangsa, negara, atau agama maka siasati hidup mulai sekarang ini dengan memilih lingkungan yang baik.

Sebagaimana kita telah memilih lingkungan yang baik, sewajarnya pula nanti kita tidak perlu lagi mencari penyesalan dan dalil untuk menyalahkan kondisi yang menimpa kita dikemudian hari,

Apalagi menyalahkahkan Allah yang maha kuasa, kita tentunya sudah tau hakikatnya sebuah usaha kita hanya bisa berusaha Allahlah penentunya. Nah !