Peran Masyarakat Dalam Menjadikan Tari Saman Sebagai Ikon Budaya Masyarakat Gayo

Redaksi 26 Maret 2021 | 11:17 31
Peran Masyarakat Dalam Menjadikan Tari Saman Sebagai Ikon Budaya Masyarakat Gayo

Sina Wani, Mahasiswi IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa.

Oleh Sina Wani
Mahasiswi IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa
Dipublikasikan 25 Maret 2021

Tari Saman atau lebih dikenal dengan tarian seribu tangan merupakan salah satu warisan budaya bangsa Indonesia yang sudah turun temurun menjadi kebanggaan masyarakat Gayo. Tari Saman Gayo ini telah diakui dan dikukuhkan oleh organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO), sebagai warisan budaya dunia tidak benda (intangible heritage) pada 24 November 2011 yang lalu di Bali. Tari Saman menjadi salah satu atraksi pariwisata di Kabupaten Gayo Lues.

Pemerintah Kabupaten Gayo Lues memasukkan Tari Saman ke dalam kurikulum sekolah, membentuk satu grup Saman binaan serta menjadi fasilitator terhadap peningkatan pembangunan seni budaya sehingga berkembang menjadi ikon budaya dan dapat dijadikan sumber pendapatan asli daerah. Keterlibatan masyarakat menjadikan Tari Saman sebagai ikon budaya adalah masyarakat.

Mencintai kesenian ini dan sudah menjadi tradisi turun temurun yang tidak boleh ketinggalan ataupun hilang sama sekali. Kesenian ini dapat disaksikan dalam rangka pertunjukan sebagai hiburan pada waktu perayaan hari besar nasional, keagamaan dan jamuan tamu agung.

Tari Saman dan pembangunan pariwisata berkontribusi terhadap pembangunan daerah di Kabupaten Gayo Lues. Cara mewujudkannya menjadi fasilitator pariwisata yang menciptakan iklim kondusif, membangun sebuah bandar udara ataupun infrastruktur lainnya sehingga memudahkan wisatawan melaksanakan perjalanan serta mempromosikan potensi pariwisata yang ada melalui suatu Tagline.
Upaya Pemerintah Kabupaten Gayo Lues dan masyarakat untuk mendukung implementasi kebijakan pelestarian Tari Saman sebagai potensi wisata adalah melibatkan langsung orang yang berkompeten dalam penyusunan program sehingga hasilnya berkualitas. Perekrutan penari Saman harus memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan dan panitia menghindari praktek Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) serta menjadi fasilitator pariwisata yang baik segera diwujudkan.

Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia di berbagai sektor, agar para pelaku kebijakan, penari Saman maupun masyarakat Gayo Lues sendiri bisa lebih sinergis dalam mendorong pembangunan pariwisata di Kabupaten Gayo Lues.

Tari Saman tidak bisa terlepas dalam kehidupan masyarakat gayo karena Tari Saman merupakan tari tradisional yang di miliki oleh masyarakat gayo, melalui tari saman ada pesan yang disampaikan di kehidupan masyarakat gayo seperti pesan nasehat, penyampain pesan agama, kebersamaan, persatuan dan lain sebagainya.

Selain itu tari saman selalu dilibatkan dalam kegiatan masyarakat gayo, ditampilkan dalam beberapa kegiatan yang dianggap khusus oleh masyarakat gayo seperti penyambutan tamu atau pejabat yang datang, meresmikan suatu acara atau kegiatan Pemkab, memperingati HUT Indonesia dan HUT Kabupaten daerah.

Selain untuk hiburan Tari Saman juga ada ditampilkan pada acara adat yaitu biasanya pada edet sinte ngerje (adat pernikahan). Selain upaya dukungan, binaan dan pelatihan upaya yang dilakukan masyarakat gayo adalah adanya bejamu saman (jamuan Tari Saman) pada kehidupan masyarakat gayo, ada pun tujuan dari kegiatan jamuan ini adalah untuk menjaga kelestarian Tari Saman agar tidak hilang karena biasanya Tari Saman dilakukan satu tahun sekali atau bisa dua kali baik antar Desa maupun antar Kabupaten.

Selain itu dengan adanya jamuan Tari Saman bisa mempererat persatuan dan menjaga silaturahmi baik antara masyarakat gayo maupun masyarakat yang ada dalam setiap kampungnya, karena sifat dari bejamu saman ini melibatkan seluruh elemen masyarakat yang ada di kampung baik itu suku gayo, aceh, jawa, karo ataupun suku lainnya yang menetap di kampung tersebut.

Dengan demikian Tari Saman dapat mempersatukan kebersamaan dalam keberagaman sehingga dapat memperkuat identitas nasional bangsa. Kelestarian Tari Saman sebagai kesenian tradisional yang dimiliki oleh masyarakat gayo harus dipertahankan oleh masyarakat gayo sendiri terutama generasi muda atau yang disebut dalam bahasa gayo bebujang (pemuda). Nah!