The Moment of Luck; Gelora sebagai Partai Pembeda

Redaksi 25 Mei 2021 | 12:11 69
The Moment of Luck; Gelora sebagai Partai Pembeda

Ir. Rijalul Fikri, M.Si

Oleh: Ir. Rijalul Fikri, M.Si
Penulis adalah Pengamat Politik Nasional, Pakar Pembangunan dan Ketua Bidang Ekonomi DPW Partai Gelora Aceh.

Sebagai pembeda, Partai Gelora tidak mendeskribsikan makna “luck” (keberuntungan) terbatas sempit dari sudut pandang astrologi saja, namun sebagai faktisitas yang terdeskribsi ke dalam ukuran "benefitas" partai politik terhadap publik, secara universal partai ini menggambarkan keberuntungan sebagai luck as a benefit taken in a defining moment.

Ketika sebagian masyarakat menyadari adanya keberuntungan, namun mayoritas masih tidak mempedulikannya, karena menganggap keberuntungan sebagai sesuatu yang tidak terdefinisikan (undefined primitive). Namun bagi kader partai Gelora, menafsirkan istilah "luck" adalah sebagai benefit (manfaat) yang ternyata memberikan minat yang signifikan, melalui minat tersebut melahirkan keinginan untuk “terjun” berpolitik bersama partai Gelora sebagai moment of luck,

yaitu sebuah momen keberuntungan yang tidak terlupakan (berkesan), yang tidak hanya bersifat individualistik namun dapat memberikan gelombang besar keberuntungan bagi seluruh bangsa Indonesia. The moment of luck memiliki implikasi positif, memungkinkan generasi muda sekarang hingga 20 tahun (secara berkelanjutan ) mendatang akan memiliki kesan positif bahwa pikiran dan kehidupan mereka akan menjadi lebih baik ketika mereka bergabung dan berinteraksi bersama partai ini,

orientasi ini kemudian menjadi satu pijakan politis sebagai satu momen keberuntungan yang berorientasi pada "perubahan" individualistik, sekaligus berdampak besar dan menjadi unsur perubahan bagi rakyat Indonesia ke arah yang lebih baik.

The moment of luck tidak ditafsirkan untuk membuat orang miskin menuntut orang kaya untuk berhenti menjadi kaya, tetapi mendorong agar orang miskin berubah menjadi berdaya (produktif), sehingga dari waktu ke waktu kehidupannya akan menjadi lebih baik, karena momen tersebut merupakan perpaduan dari perencanaan dan presisi agar memiliki produktifitas pada satu kesatuan kerja tim di dalam satuan waktu, pekerjaan dan budget tertentu, yang ber-efek pada kebermanfaatan yang berlimpah bagi publik.

Selain itu, “the moment of luck” juga memiliki pengaruh yang sangat kuat dan tidak terkondensasi, namun memberikan manfaat sebanyak mungkin kepada rakyat, agar rakyat dengan sendirinya akan mempersepsikan ; bahwa kehadiran Partai Gelora di tengah-tengah mereka adalah “takdir baik” serta menjadi “inspirasi” perubahan ke arah yang lebih baik.

Pengaruh “problem of luck” di dalam moralitas politik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam berdemokrasi. “Everyone has a change” jika ingin memperoleh benefit yang berbeda, “moment of luck” akan menjadi sandaran bagi orang yang telah “putus’ harapan terhadap kehidupannya, dengan sendirinya peristiwa (momen) ini akan membantah segala bentuk rasionalisasi absolut di dalam kehidupan politik berdemokrasi.

Oleh karena itu, “the moment of luck” merupakan satu analogi yang sama dengan “kekekalan” energi yang dapat dipergunakan untuk mencapai tujuan-tujuan penting untuk membangun sebuah bentuk baru di dalam dimensi-relasi sosial baru yang sebelumnya tidak pernah terlintas. Dengan demikian momentum ini akan menyempurnakan ‘eksistensi’ sosial melalui penyatuan beberapa profesi dan tipe kepribadian yang berbeda serta kontraproduktif, menjadi potensi sumber daya yang produktif agar mencapai visi kehidupan politik dan ekonomi dengan lebih akurat dengan capaian “kepuasan” hidup yang bermanfaat.