Negeri Tuan

Redaksi 05 Agustus 2019 | 11:12 56
Negeri Tuan

Istimewa

Oleh : Zulfahri dan Muhardiansyah
Pemuda Penikmat Sastra

Di sebuah perpustakaan kudapati setumpuk ilmu yang belum di baca.
Dari sebuah buku jalang, 
di halaman 87 yang berwarna hijau kekuninggan. 
ceritanya, tentang negeri 62 yang musiman.

Nyai itu jatuh tertiarap ke lantai
Dan di atasnya terbaring pula tuannya.
Tuan yang kaya dengan 1001 nafsu 
berjalan miring sambil berteriak keadilan.

Di negeri itu, 
sosok Nyai tumbuh subur dengan hijau yang menawan, 
menarik sang tuan untuk melacuri satu persatu diantaranya.
merampas kesuciannya, 
dan pergi meninggalkan ranting-ranting yang ke-keringan.

Sungguh Nyai yang malang. 
kini hijaumu telah pudar, 
parasmu tak lagi menawan, 
kesucianmu telah di rampas tuan, 
sekarang yang terlihat hanya daun yang gugur tanpa batang. 

“Di negeri 62, Di halaman selanjutnya.
Tak adalagi nyai yang subur.

Belantaranya tidak lagi menghasilkan batang pohon yang besar, 
tapi juga melahirkan hartawan nan sialan.

“Di halaman yang lain;
Sang Nyai tak pernah selesai mendoakan sang tuan, suapaya tenang di dalam neraka.

Aceh Utara, 5/8/2019