Tet Apam Bak Uroe Lhee

Redaksi 28 Juni 2020 | 07:38 43
Tet Apam Bak Uroe Lhee

Roviana Dewi, Mahasiswa asal Nagan Raya, Fakultas Syariah dan Hukum, Prodi Kukum Keluarga UIN Ar-Raniry

Oleh Roviana Dewi,

Mahasiswa asal Nagan Raya, Fakultas Syariah dan Hukum, Prodi Kukum Keluarga
UIN Ar-Raniry

Kabupaten Nagan Raya adalah sebuah kabupaten yang berdiri berdasarkan UU Nomor 4 Tahun 2002, tanggal 2 Juli 2002 sebagai hasil pemekaran Kabupaten Aceh Barat. Kabupaten Nagan Raya adalah sebuah kabupaten di Provinsi Aceh, Indonesia.

Ibu kotanya Suka Makmue, yang menempuh jarak 287 km atau 6 jam perjalanan dari Banda Aceh. Kabupaten nagan raya berada di pantai barat Sumatra yang subur dan sangat cocok untuk Pertanian, khususNya Padi yang terpusat di Kecamatan Seunagan, Seunagan Timur, dan Beutong karena ditunjang oleh Sungai Krueng. Beutong. 

Nah di kabupaten Nagan Raya juga terkenal dengan adat istiadatnya yang masih sangat kental dijalani oleh masyarakat nya. Salah satunya adalah kanuri apam (kenduri serabi).

Apam atau Serabi adalah salah satu makanan ringan atau jajanan pasar yang berasal dari Indonesia dan menjadi idola sejak diciptakan tahun 1923 silam. Serabi umumnya terbuat dari tepung beras yang dibakar dengan menggunakan alat tradisional yaitu tungku dan cetakan dari tanah liat.

Kenduri Apam merupakan tradisi yang sudah ada sejak zaman Kesultanan Aceh Darussalam, menurut cerita dulunya Kenduri Apam ini diadakan untuk mendoakan Almarhum yang sudah meninggal dunia dengan cara mensedekahkan Apam (Sejenis Kue Serabi) yang sudah disediakan oleh keluarga almarhum disedekahkan kemesjid di hari Jum'at untuk dikendurikan kepada para Jama'ah selesai Shalat Jum'at.

Bagi masyarakat Aceh tradisi kenduri Apam tidak asing lagi, bahkan dalam Kalender Aceh ada yang namanya Buleun Apam (Bulan Apam) yang biasanya jatuh pada bulan Rajab di kalender Hijriah untuk menyambut Isra' Mi'raj.

Di Nagan raya sendiri kenduri apam diadakan ketika hari ketiga orang meninggal dengan istilahnya yang disebut dengan tet apam bak uroe lhee, pada hari ketiga orang meninggal di Nagan Raya memang wajib ada kue apam (serabi) karena itu adalah sebuah adat yang sudah dilakukan secara turun temurun di Nagan Raya. 

Bahan untuk membuat kue apam juga sangat mudah ditemukan,  diantaranya adalah tepung beras, air putih, gula, garam dan santan. Cara membuatnya pun sangat mudah. 

Kenduri apam memang sudah menjadi ciri khas pada kanduri ketiga orang meninggal di Nagan raya, jika tidak ada tet apam bak uroe lhee tidak sah rasanya kenduri tersebut, maka setiap kenduri di Nagan raya terutama kenduri orang meninggal memang wajib ada apam (serabi). Nah !