Tokoh Pendidikan dan Adat Aceh, H. Mustafa Ahmad, Meninggal Dunia di Usia Senja

15 Aug 2025 - 07:54
1 dari 3 halaman

Aceh Selatan, Koranindependen.co – Masyarakat Aceh Selatan berduka atas wafatnya salah satu tokoh teladan yang pernah mengabdikan diri sepenuh hati di dunia pemerintahan, pendidikan, pelestarian adat, dan kesehatan tradisional. H. Mustafa Ahmad bin Cut Amat Amin, mantan Camat Labuhanhaji (1971–1978) dan Camat Kluet Selatan (1978–1985), meninggal dunia pada Sabtu, 9 Agustus 2025 pukul 10.45 WIB di kediaman putra bungsunya, Gusmawi Mustafa, pada usia 89 tahun.

Kepergian almarhum terjadi setelah sebulan terakhir kondisi kesehatannya menurun. Putra bungsunya, Gusmawi Mustafa menyampaikan bahwa sang ayah tidak memiliki riwayat penyakit kronis yang umum diderita di usia lanjut.

“Almarhum ayah tidak menderita darah tinggi, kolesterol, jantung, gangguan ginjal, lever, atau gula darah. Penyebabnya adalah penyakit Albumin, kekurangan protein akibat tidak bisa mengonsumsi makanan dan minuman secara maksimal seperti biasa,” ungkap Gusmawi, yang akrab disapa Ogek Agus.

Selain mengabdi di pemerintahan, sejak 1985 Mustafa Ahmad dikenal sebagai akupunkturis yang memanfaatkan keahliannya untuk membantu kesehatan masyarakat secara alami.

Sebelum terjun ke pemerintahan, Mustafa Ahmad memulai karier sebagai guru di sejumlah sekolah menengah di Banda Aceh dan Labuhanhaji. Ia kemudian menapaki jalur birokrasi dan dipercaya memimpin BP-7 hingga 1990, sebelum pensiun pada 1992 dari BP-7 Provinsi Aceh.

Dalam menjalankan tugas, ia dikenal sebagai pemimpin tegas, berprinsip, dan tidak berkompromi terhadap hal yang bertentangan dengan nilai kebenaran serta kemaslahatan publik.