Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Dorong Kebangkitan Tokoh Adat dan Kepemilikan Saham BUMD oleh Desa
Koranindependen.co | Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti hilangnya peran tokoh adat di desa-desa, yang dulu dikenal memiliki pengetahuan mendalam tentang lingkungan, pertanian, kehutanan, hingga tata ruang. Menurutnya, tokoh-tokoh adat zaman dulu mampu membangun sawah, jalan, dan irigasi tanpa bantuan anggaran pemerintah, sehingga kini desa perlu kembali menghadirkan figur-figur inspiratif seperti itu.
Dedi menilai keberadaan tokoh desa penting agar pembangunan, termasuk sosial dan budaya, bisa lebih terkelola. Ia menyinggung kasus meninggalnya balita di Sukabumi sebagai contoh lemahnya penanganan masalah sosial di tingkat desa. Untuk itu, Pemprov Jabar akan memperluas program Abdi Nagri Nganjang ka Warga ke desa-desa mulai 2026, terutama yang menghadapi persoalan sosial.
Selain itu, mulai 2027 hingga 2029, Dedi berencana mengubah mekanisme transfer dana dari provinsi ke desa dalam bentuk saham Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), misalnya PT Bank Jabar Banten (BJB). Dengan begitu, desa tidak hanya menerima dana, tetapi juga bisa menjadi pemegang saham dan memperoleh manfaat ekonomi jangka panjang.
Dedi menargetkan revitalisasi infrastruktur dari tingkat desa hingga provinsi bisa selesai pada periode 2027–2029, yang bertepatan dengan akhir masa jabatannya. Ia mengakui teknis pembagian saham masih perlu dirumuskan, namun berkomitmen agar desa bisa ikut serta dalam kepemilikan BUMD. [aga]