Pansus DPRK Aceh Barat Desak PT Megalanic Hentikan Tambang Emas di Krueng Woyla

9 Sep 2025 - 13:35
1 dari 3 halaman

Meulaboh, Koranindependen.co – Ketua Pansus Pertambangan DPRK Aceh Barat, Ramli SE, mengungkapkan sejumlah temuan mengejutkan terkait aktivitas pertambangan emas di wilayah Krueng Woyla. Dalam rapat bersama di ruang sidang gabungan DPRK Aceh Barat, Selasa (9/9/2025), Ramli memaparkan bahwa tim pansus menemukan kapal keruk emas yang didatangkan dari Vietnam dan mulai beroperasi tanpa pemberitahuan resmi kepada pemerintah daerah.

Menurut Ramli, sejak akhir Agustus lalu, masyarakat Kecamatan Woyla dan Sungai Mas dihebohkan dengan masuknya puluhan kontainer berisi peralatan tambang ke desa mereka. 

Setelah dilakukan pengecekan lapangan, tim pansus menemukan tiga unit kapal keruk asal Vietnam yang sedang dirakit oleh tenaga kerja asing. Dari sembilan pekerja, hanya satu orang putra daerah yang dilibatkan. 

“Fakta ini sangat ironis, karena kegiatan pertambangan di wilayah kita dilakukan tanpa koordinasi, tanpa pemberitahuan kepada pemerintah kabupaten, bahkan menggunakan tenaga kerja asing,” tegas Ramli.

Ia juga menyoroti lemahnya transparansi perusahaan terkait aktivitas tambang. Pihak PT Megalanic Garuda Kencana (PT MGK) selaku pemegang izin disebut tidak memberikan laporan yang jelas tentang produksi, tenaga kerja, hingga penyaluran dana CSR. Padahal, menurut Ramli, kapal keruk yang ditemukan sudah lama beroperasi.