Ketua DPRK Aceh Barat Sesalkan Pemadaman Listrik di Tempat Ibadah: “Jangan Sampai Adzan Tak Terdengar Lagi”
MEULABOH, Koranindependen.co - Ketua DPRK Aceh Barat, Hj. Siti Ramazan, SE, yang akrab disapa Dekti, menyayangkan terjadinya pemadaman listrik yang turut berdampak pada tempat-tempat ibadah di wilayah Aceh Barat. Ia menilai, tempat ibadah seharusnya menjadi prioritas untuk tetap mendapatkan aliran listrik, terutama di tengah kondisi masyarakat yang sedang menghadapi berbagai musibah.
“Tempat ibadah itu seharusnya tetap hidup arus listriknya. Jangan sampai adzan susah terdengar lagi di Aceh Barat gara-gara lampu padam,” ujar Dekti dengan nada prihatin, Minggu (30/11/2025).
Menurutnya, pemadaman listrik yang terjadi tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga menimbulkan dampak psikologis bagi umat yang hendak beribadah.
“Masjid adalah pusat kegiatan umat. Jika listrik padam, pengeras suara tidak berfungsi, penerangan hilang, dan tentu mengganggu kekhusyukan ibadah,” tambahnya.
Dekti juga menyoroti kondisi Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh, yang disebut-sebut turut mengalami pemadaman listrik. Pihak pengurus masjid bahkan terpaksa meminta bantuan genset berkapasitas besar agar kegiatan ibadah dan pengajian tetap bisa berjalan.