53 Ribu Lebih Warga Bireuen Sudah Divaksin

Redaksi 11 September 2021 | 18:22 7
53 Ribu Lebih Warga Bireuen Sudah Divaksin

Bupati Bireuen, Dr. Muzzakar A. Gani, M.Si

BIREUEN | Koranindependen.co -- Capaian vaksinasi Covid-19 di Bireuen hingga Jumat (10/9/2021) menurut data tim medis sudah mencapai 53 ribu orang lebih. Langkah selanjutnya mempercepat vaksinasi di Kabupaten Bireuen. Tim medis dari seluruh Puskesmas sudah mulai turun ke desa-desa melakukan vaksinasi. Hal tersebut disampaikan Bupati Bireuen, Dr H Muzakkar A Gani SH MSi, Minggu (11/09/2021) terkait hasil rapat koordinasi tim penanganan covid-19 dua hari sebelumnya.

Pertemuan koordinasi bersama Dinkes Bireuen, rumah sakit dan berbagai pihak lainnya intinya mengevaluasi sejauh mana sudah dilakukan vaksinasi serta program lainnya dalam hal pemberdayaan ekonomi rakyat. Khusus vaksinasi, kata Bupati Bireuen, yang ditargetkan sasaran mencapai.300 ribu orang lebih sudah divaksinasi mencapai 53 ribu orang lebih atau sekitar 16 persen lebih sudah terealisasi.

Selain itu, juga dibahas tentang beberapa program lanjutan untuk mempercepat vaksinasi. Adapun program lanjutan antara lain tenaga medis di masing-masing Puskesmas untuk segera turun ke desa desa melakukan sosialisasi dan penyuntikan vaksin.

"Sebagian tim medis sudah turun beberapa waktu lalu dan akan berkunjung lagi ke desa desa melakukan sosialisasi dan vaksinasi,” ujar Bupati.

Selain itu, rapat juga membahas  program pemberdayaan ekonomi rakyat juga dibahas dan segera ditindaklanjuti dinas terkait dalam waktu dekat. Saat ini, tambah bupati, Bireuen masuk dalam zona orange dan berharap masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan dan juga melakukan vaksinasi.

“Status zona orange dalam beberapa hari terakhir hendaknya segera menjadi zona kuning,” harapnya.

Penanganan covid-19 di Bireuen katanya secara keseluruhan tertangani dengan maksimal termasuk  honor atau jerih bagi tenaga kesehatan yang menangani covid-19  sebagian besar sudah dibayarkan beberapa waktu lalu. Sedangkan pembayaran selanjutnya diharapkan dinas segera direalisasikan apabila anggaran sudah tersedia dan menjadi hak tenaga medis. (SI)