Anggota DPR RI Asal Aceh Minta Pemerintah Daerah Rawat Makam Habib Bugak

Redaksi 24 November 2021 | 17:11 14
Anggota DPR RI Asal Aceh Minta Pemerintah Daerah Rawat Makam Habib Bugak

Ist

JAKARTA | Koranindependen.co - Anggota DPR RI Komisi I Fraksi Gerindra, Fadhlullah, SE yang merupakan putra asli Aceh asal Teupin Raya, Pidie, berkenan mengunjungi Makam Habib Bugak di Gampong Pante Peusangan, Bugak, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Aceh pada Selasa 23 November 2021.

Kunjungan Fadhlullah yang akrab disapa (Dek Fad) ikut serta Ir. Alimin Abdullah dari fraksi PAN. Kunjungan dimaksudkan adalah untuk menziarahi makam Habib Abdurrahman bin Alwi Al-Habsyi yang juga dikenal dengan Habib Bugak, kata Tarmizi Age yang menghubungi Dek Fad.

Sebenarnya Ir. Alimin yang merupakan Anggota DPR RI dapil Lampung sudah lama mendengar tentang Habib Bugak di Mekkah. Begitu mendengar cerita tentang Almarhum Habib Bugak, putra Aceh yang kaya raya dan sangat dermawan serta rajin bersedekah di Mekkah, beliau  berkeinginan sekali untuk mengetahui lebih mendalam sejarahnya. Alhamdulillah akhirnya kami sampai disini ujar Dek Fad.

Dek Fad menambahkan, Habib Bugak masih menjadi seorang dermawan dan masih terus  bersedekah di tanah suci Mekkah, padahal beliau sudah tiada, ini adalah sejarah bangsa yang harus di jaga dan dirawat, tegas Fadhlullah lagi.

"Pak Alimin cukup bahagia bisa ke Makam Habib Bugak di Aceh, ia benar-benar bahagia sekali," sebut Fadhlullah.

Anggota DPR RI dua periode dari fraksi Gerindra ini, berharap agar dana Otsus yang melimpah di Aceh dapat dianggarkan juga untuk merenovasi Makam para tokoh sejarah Aceh seperti Habib Bugak dan lain-lain, kata Tarmizi Age yang juga dikenal dengan panggilan AL Mukarram, sebagaimana di jelaskan Dek Fad kepadanya.

"Karena Sejarah Aceh sangat penting sebagai tonggak berdirinya Republik Indonesia", tegasnya.

Sumbangan Aceh sangat besar kepada kemerdekaan bangsa Indonesia. "Sejarah adalah jati diri sebuah bangsa. Bangsa yang tidak mengenal sejarahnya tidak akan pernah mencapai kemajuan peradaban." Seru Fadhlullah. (*)