TIM Dosen Prodi Agroekoteknologi Universitas Malikussaleh Memberikan Pelatihan Untuk petani tentang Konservasi Tanah

Redaksi 25 November 2021 | 19:20 6
TIM Dosen Prodi Agroekoteknologi Universitas Malikussaleh Memberikan Pelatihan Untuk petani tentang Konservasi Tanah

LHOKSEUMAWE | Koranindependen.co - Tim dosen Prodi Agroekoteknologi Universitas Malikussaleh melakukan penyuluhan dan pelatihan tentang konservasi tanah bagi petani di Gampong Reuleut Timu Kecamatan Muara Batu, Kabupaten  Aceh Utara, belum lama ini. Kegiatan tersebut memberikan manfaat tentang pembuatan kompos jerami dan tumpang sari jagung dengan kacang tanah kepada para petani sebagai informasi dan pengetahuan dalam upaya penerapan teknik konservasi tanah secara vegetatif.

Dr. Yusra Ketua Tim Pengabdian menyebutkan program ini mampu untuk meningkatkan motivasi petani mitra dalam pemanfaatan lahan yang terlantar, dimana sebelumnya dibiarkan saja tanpa pengelolaan, meningkatkan konservasi tanah serta pendapatan petani mitra, serta membimbing petani untuk memanfaatkan limbah pertanian sebagai kompos, budidaya usaha tani tumpang sari sehingga petani disekitarnya akan dapat meniru dan pada gilirannya tidak ada lagi lahan yang ditelantarkan. 

Lebih lanjut Yusra sampaikan bahwa aplikasi kompos jerami kedalam tanah dan penanaman secara tumpang sari memberi banyak manfaat, selain dapat menambah unsur hara kedalam tanah juga yang paling utama adalah dapat memperbaiki struktur tanah yang semula padat menjadi granuler, meningkatkan daya simpan air tanah, meningkatkan populasi mikroorganisme, dan memperbaiki tata udara tanah. 

Menurutnya Tujuan penerapan teknik konservasi tanah secara vegetative merupakan program wujud tridarma perguruan tinggi sebagai upaya pengabdian kepada masyarakat yang didukung sepenuhnya oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Malikussaleh.  

Yusra menyatakan bahwa begitu juga halnya yang terjadi pada masyarakat di Gampong Reuleut Timu selama ini petani sudah melakukan budidaya tanaman semusim seperti jagung, kacang tanah tetapi secara monokultur, namun setelah adanya kegiatan pengabdian ini mereka tertarik sekali untuk menerapkan system tumpang sari.

Gampong Reuleut Timu dipilih sebagai lokasi pengabdian kepada masyarakat karena gampong tersebut masuk dalam gampong lingkar kampus Utama Universitas Malikussaleh. “Gampong Reuleut Timu masih dalam kawasan Universitas Malikussaleh, jangan hanya sebagai tempat lewat saja. keberadaan universitas dapat memberi sumbangsih bagi masyarakat sekitar, salah satunya program pengabdian masyarakat tentang konservasi tanah,” papar Yusra, Jumat (19/11/2021).  

Ketua Kelompok Tani Hasan Husein , sangat berterimakasih atas kehadiran Tim dosen Prodi Agroekoteknologi Universitas Malikussaleh, dengan demikian permasalahan-permasalahan yang ada di kami akan dapat terselesaikan dengan pengetahuan dan ilmu dari Perguruan tinggi  ini dan menghimbau agar kegiatan seperti ini berkelanjutan dilaksanakan sehingga petani di Gampong Reuleut Timu dapat mengembangkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan,  kemampuan, kesadaran, serta memanfaatkan sumber daya alam melalui program ini, kegiatan dan pendampingan yang sesuai dengan esensi masalah dan prioritas kebutuhan masyakakat Gampong. Dan saya merasa yakin Universitas Malikussaleh dengan tim ini ini akan mampu membantu kami masyarakat Gampong Reuleut

Selain Yusra, pengabdian tersebut juga melibatkan Prof Khusrizal, Dr. Nasruddin, Dr. Baidhawi, Hendrival, M.Si, dan  M. Nazaruddin, M.P. Tim pengabdian tersebut juga mengikutsertakan mahasiswa; Derry Suhelmi, Irmayunita, Suhendar Maji, dan Aprillian Hidayahsyah.

Sementara itu Nasruddin menyebutkan kegiatan pembuatan kompos jerami dan tumpang sari jagung dengan kacang tanah selain dapat meningkatkan kesuburan tanah sekaligus dapat menambah pendapatan petani dengan pembuatan kompos, jika dikelola dengan benar dan berkelanjutan. “Pembuatan kompos jerami dan tumpang sari dapat menyuburkan tanah, sekaligus tambahan penghasilan petani,” ujar Nasruddin.

Pada sisi  lain sangat penting perguruan tinggi melakukan pendampingan, dari perguruan tinggi mendapatkan pengetahuan langsung dari lapangan, sementara Gampong mendapatkan keilmuan inilah sinergi yang diharapkan dalam memecahkan permasalahan demi kesejahteraan masyarakat Gampong, program ini adalah instrument untuk mensejahterakan masyarakat. Tutup Nasruddin. (*)