Ketua GP-PAM Terpilih Sebagai Anggota DPRA 2019-2024

Redaksi 14 Mei 2019 | 15:31 647
Ketua GP-PAM Terpilih Sebagai Anggota DPRA 2019-2024

Foto : Muslim Syamsuddin

Koran Independen.co. Aceh Utara - Ketua Gerakan Pemuda Pemekaran Aceh Malaka (GP.PAM), Muslim Syamsuddin, ST,M.AP yang mencalonkan diri sebagai anggota legislatif di Dapil 5 Aceh Utara-Lhokseumawe melalui Partai SIRA berhasil terpilih sebagai anggota DPR Aceh periode 2019 -2024, Hal tersebut terungkap dalam percakapan anggota komisoner KIP Aceh, Munawarsyah dengan salah satu media online tagar.com usai rapat pleno KIP Aceh di Banda Aceh, (12/05/2019).

Muslim Syamsuddin, berhasil menjadi caleg dengan perolehan suara terbanyak diantara para caleg Partai SIRA lainnya di Dapil 5 Aceh Utara - Lhokseumawe, dengan mengumpulkan 6.306 suara, sementara Partai SIRA sendiri secara keseluruhan memperoleh 21.777 suara.

Jumlah suara terbesar diberikan kepada Muslim Syamsuddin oleh masyarakat Kecamatan Dewantara sebagai daerah domisilinya sebesar 2.005 suara yang diikuti oleh Kecamatan Banda Baro, Nisam, Sawang, Nisam Antara, Muara Batu, Kuta Makmur dan Simpang Kramat, semua kecamatan ini berada di wilayah barat Aceh Utara sebagai lumbung suara Muslim disamping kecamatan lainnya di Aceh Utara.

Sementara itu di Kota Lhokseumawe, Muslim Syamsuddin hanya memperoleh kemenangan di Kecamatan Muara Satu yang diikuti Kecamatan lainnya, namun tidak dominan tetapi mampu mengantarnya ke kursi DPR Aceh.

"Terima kasih kepada seluruh masyarakat Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe yang telah mempercayakan Saya untuk mewakili aspirasi masyarakat  dan semoga mampu mengemban amanah ini, Insya Allah." Ujar Muslim Syamsuddin.

Sebagai ketua Gerakan Pemuda Pemekaran Aceh Malaka, yang tengah menuntut status sebagai calon daerah otonomi baru di bagian barat Aceh Utara ini, Muslim Syamsuddin mengungkapkan tetap komit pada perjuangan pemekaran kabupaten baru yang membawahi Kecamatan Dewantara, Muara Batu, Sawang, Banda Baro, Nisam dan Nisam Antara tersebut.

" Iya, saat ini sedang kita tunggu proses terbitnya rekomendasi dari DPR Aceh dan Gubernur Aceh," Ungkapnya.  (Mar/TRDC)