Warga Pante Gajah, Peusangan Gelar Ajang Silaturahim Dengan Aneka Kegiatan dan Pertandingan Olah raga

Redaksi 11 September 2019 | 15:06 122
Warga Pante Gajah, Peusangan Gelar Ajang Silaturahim Dengan Aneka Kegiatan dan Pertandingan Olah raga

Ist

Koran Independen, Pante Gajah, Peusangan. - 17 Agustus memang sudah lewat, tapi kemeriahannya masih terasa sampai hari ini di desa Pante Gajah. Bagaimana tidak?  Hari ini merupakan puncak dari serangkaian acara yang di helat di desa tersebut, mulai dari pertandingan tenis meja antar generasi sampai pertandingan sepakbola antar warga. (9/9)

Nah, ajang ini seperti sebuah titik kumpul bagi seluruh warga Pante Gajah untuk saling mengenal dan menghibur diri. Karena luasnya gampong dan banyaknya jumlah penduduk merupakan salah satu faktor tidak saling mengenal satu sama lainnya. Adanya pertandingan sepakbola inilah ajangnya.

Tak ada syarat khusus yang penting stamina mantap dan bukan anak-anak. Karena seluruh peserta yang telah mendaftar akan dipilih secara acak berdasarkan tingkat kompetisinya oleh panitia untuk ditempat dalam klub sehingga merata dan adil.

 Rahmat (21) salah satu pemain mengatakan ini kali pertama ia ikut memeriahkan ajang turnamen bola kaki antar warga, merupakan sebuah hal luar biasa bisa berkontribusi dalam ajang ini. 

Selain itu menurut Fanul (23) yang juga salah satu pemain mengatakan awalnya tidak bisa karena tidak pernah berlatih bola kaki tapi karena adanya pertandingan ini membuatnya memotivasi untuk ikut ambil bagian. "Lumayan untuk olahraga,” katanya.

Jadi, pertandingan ini bukalah sekedar pertandingan biasa melainkan untuk menumbuhkan semangat berolahrga tetapi juga memperkokoh hubungan antara masyarakat karena luas wilayah yang menyebakan jarang bertemu.

Misbahuddin yang sering disapa Misbah merupakan penanggung jawab sekaligus ketua panitia acara. Ia mengatakan bahwa ini merupakan sebuah gebrakan positif bagi masyarakat Pante Gajah, tidak hanya piawai dalam bermain gawai tapi juga piawai dalam mengiring bola agar tidak terindikasi judi dan juga narkoba.

Selain itu, sebagai ajang silaturhami tetapi juga sebagai tempat untuk menyeleksi pemain bagi klub Gampong Pante Gajah itu tersendiri.

Disinggung masalah biaya ia menambahkan bahwa biaya yang digunakan murni dari APBG gampong dan juga donator yang terdiri dari warga setempat.

"Adapun rincian hadiah yang diberikan senilai Rp. 1.500.000 untuk juara 1 dan Rp. 1.000.000 untuk juara 2. Tentu ini masih sangat sedikit. Tetapi jangan dilihat dari besaran biaya tapi lihatlah makna dibalik sebuah kegiatan ini.” ujar Misbah. (Red/Ev)