Keadilan Hukum di Indonesia

Redaksi 24 Juni 2020 | 00:37 71
Keadilan Hukum di Indonesia

Darmawan Mahasiswa Hukum Tata Negara Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Oleh Darmawan
Mahasiswa Hukum Tata Negara
Fakultas Syariah dan Hukum
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

 

Sidang tuntutan kasus penusukan terhadap mantan Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto, sudah digelar. Terdakwa dalam kasus ini, Syahrial Alamsyah alias Abu Rara dituntut 16 tahun penjara.

Besaran tuntutan ini mendapat perhatian publik. Masyarakat jadi membandingkan tuntutan kasus ini dengan tuntutan kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan yang dibacakan pada minggu lalu.

Dalam kasus air keras, dua terdakwa dituntut 1 tahun penjara. Keduanya ialah polisi aktif Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulatte.

Memang agak janggal tadi dikatakan selisihnya kenapa 15 tahun. Itu kejanggalan dari sisi dampak kejahatan atau akibat kejahatan,

Bahkan jika kita melihat dari segi  dampak yang diakibatkan kepada Wiranto bisa disembuhkan dan buktinya saat ini sudah sehat.

Sedangkan untuk Novel tentunya akan kehilangan selama-lamanya.

Bahkan pakar hukum universitas islam Indonesia (UII) muzakir dalam acara kabar siang mengatakan :

"Pak Wiranto dioperasi sudah sembuh tidak ada luka-luka dan sebagainya yang dia sudah sehat," katanya.
Tetapi Novel Baswedan itu kena mata dan dia buta untuk seumur hidup, selama-lamanya."
"Dan itu adalah sebagai alat indera yang penting dalam hubungannya dengan publik."

Bahkan dalam tuntutan kasus penganiayaan novel baswedan terdakwa mengatakan melakukan penganiayaan ( pinyaraman air keras) di lakukan secara tidak sengaja, 

Padahal jelas itu merupakan perbuatan yang di lakukan secara sengaja dan terencana. 

Jika kita membandingkan hukuman dari ke dua kasus di atas jelas sangat jauh perbedaan hukuman yg di Terima oleh ke dua tersangka. 

Dari sini kita rapat melihat bagaimana hukum di Indonesia. Mari !!!