Fakultas Pertanian Umuslim Tandatangani MoU dengan Koperasi Produsen Syariah Lumbung Bumi Aceh

Redaksi 23 Februari 2021 | 06:19 125
Fakultas Pertanian Umuslim Tandatangani MoU dengan Koperasi Produsen Syariah Lumbung Bumi Aceh

Bireuen, Fakultas Pertanian universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan Bireuen dalam rangka implementasi program merdeka belajar kampus merdeka, melakukan penandatanganan naskah kerjasama (MoU) dengan Koperasi Produsen Syariah Lumbung Bumi Aceh (KPS LUMBA). Naskah kerjasama ditandatangani oleh Dekan Pertanian umuslim Ir.T.M.Nur, MSi dan direktur  Koperasi Produsen Syariah Lumbung Bumi Aceh (KPS LUM

Bireuen, Fakultas Pertanian universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan Bireuen dalam rangka implementasi program merdeka belajar kampus merdeka, melakukan penandatanganan naskah kerjasama (MoU) dengan Koperasi Produsen Syariah Lumbung Bumi Aceh (KPS LUMBA).

Naskah kerjasama ditandatangani oleh Dekan Pertanian umuslim Ir.T.M.Nur, MSi dan direktur  Koperasi Produsen Syariah Lumbung Bumi Aceh (KPS LUMBA) Fauzan, berlangsung di ruang rapat lantai I kampus induk Umuslim, Senin (22/02/2021)

Sebelum penandatanganan MoU juga dilakukan pemaparan materi pelatihan tentang pertanian dalam hal penggunaan pupuk non organik, yang disampaikan CEO PT Bengkel Bumi Mandiri,  Ahmad Syawaluddin, SE.

Acara yang dihadiri puluhan mahasiswa Fakultas Pertanian ini, juga turut dihadiri Rektor umuslim Dr.Marwan, MPd, Wakil Rektor II, Wakil Rektor  III,  Dekan dan sejumlah dosen fakultas Pertanian.

Materi kegiatan tersebut disampaikan Ahmad Syawaluddin, merupakan salah satu anggota organisasi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), menyampaiakan bahwa saatnya petani butuh solusi bukan teori.

"Banyak tumbuhan di berbagai daerah rusak dengan racun yg diberi oleh petani itu sendiri," ujarnya.

Bahan kimia yang digunakan oleh petani merupakan perusak unsur hara yang ada dalam tanah, padahal banyak sekali bahan alami yang bisa digunakan untuk dijadikan sebagai pupuk organik yg tinggi akan man- faat dan ramah lingkungan. 

Menurut Ahmad Syawaluddin salah satu tanaman  yang bisa  dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk budidaya tanaman baik tanaman padi, sawit, sayuran maupun tanaman yang lainnya yaitu, tumbuhan majapahit, lidah buaya, buah mengkudu dan masih banyak lainnya.

Pupuk organik sangat mudah dibuat, kalau kita mau belajar semuanya bisa dimanfaat- kan dengan mudah. 

Salah satu contohnya adalah pengganti NPK yaitu air kumur-kumur kita sendiri yang dibuang pada pagi hari, dimana di dalam air liur pada pagi hari yang kita kumur-kumurkan sangat banyak mengandung ribuan bakteri yang bisa di gunakan untuk tanaman, ujar Ahmad Syawaluddin yang merupakan salah satu anggota organisasi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

Petani di zaman sekarang harus kita sentuh dengan Al-Qur’an, dimana  dalam Al-Qur’an sudah dituliskan semua tentang pertanian.

"Secara logika coba kita pikirkan, hutan yang sangat luas di perdalaman bisa tumbuh subur tanpa sentuhan bahan kimia dan itu semua karena izin Allah. 

Jika ingin usahanya berhasil, izin lah kepada Allah, semua hal yang kita kerjakan dengan izin Allah, Insya Allah akan menghasilkan hal yang memuaskan," ungkap Ahmad Syawaluddin.

Bahan kimia yang digunakan oleh petani merupakan perusak unsur hara yang ada dalam tanah, padahal banyak sekali bahan alami yang bisa digunakan untuk dijadikan sebagai pupuk organik yg tinggi akan manfaat dan ramah lingkungan. 

 Pada kesempatan tersebut Koperasi Produsen Syariah Lumbung Bumi Aceh (KPS LUMBA) akan membantu umuslim ratusan kecambah bibit kurma untuk ditanam di kebun milik universitas Almuslim. (Zul)