Ketika Kabut Asap "Masuk" Aceh

Redaksi 24 September 2019 | 14:09 219
Ketika Kabut Asap

Lokasi MTQ Aceh ke 34 di Kota Sigli (ist)

Oleh Rachmad Irfan Caleue *)

Beberapa hari terakhir ganasnya kabut asap menjadi trending topik seantero Nusantara yang terjadi dari pembakaran hutan di beberapa wilayah di Indonesia oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Tidak terkecuali dengan Provinsi Aceh yang kini sedang dihelatkan event megah Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke  XXXIV Se-provinsi Aceh yang di pusatkan di Kabupaten Pidie. Hampir di seluruh kabupaten kota di Aceh diselimuti kabut asap yang tebal.

Seiring dengan pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) yang ke XXXIV Provinsi Aceh di Kabupaten Pidie, Aceh memdapatkan kiriman kabut asap yang tebal dari beberapa provinsi tetangga (Riau dan Jambi) sehingga menyebabkan keresahan bagi masyaraka Pidie dan masyarakat Aceh pada umumnya tidak terkecuali kafilah peserta MTQ Aceh yang kini sedang berlangsung.

Salah satu sumber menyebutkan bahwa seorang peserta kafilah MTQ dari Kabupaten Gayo Lues Mengalami batuk-Batuk setelah menghirup polusi kabut asap tersebut, dan kini sudah membaik setelah ditangani oleh tim dokter MTQ itu.

Meski berkabut, warga tetap melakukan aktivitas seperti biasanya. Kekhawatiran warga akan kesehatan tetap menghantui di saat beraktivitas.

Salah satu responden saat kami tanya mengatakan mengalami perih di bagian mata saat beraktifitas karena kabut asap yang semakin tebal, seorang pengendara juga mengutarakan bahwa jarak pandang di jalan raya yang semakin terbatas membuat resiko kecelakaan semakin tinggi tuturnya.

Kami mengharapkan Pemerintah melalui kementerian atau dinas terkait untuk segera mengatasi polusi asap ini yang makin hari semakin merebak sampai ke seluruh Indonesia.

Dan juga kami mengimbau kepada seluruh masyarakat di Aceh untuk selalu menggunakan masker saat beraktifitas dalam beberapa hari kedepan sampai polusi kabut asap hilang untuk menjaga kesehatan dan stabilitas tubuh kita dari serangan penyakit ispa. Nah! 

*) Penulis Adalah Peminat Masalah Sosial Budaya/Anggota FAMe Pidie Raya