Mukernas XXII Imakahi Diduga Cacat Transparansi

Redaksi 29 April 2020 | 00:05 1054
Mukernas XXII Imakahi Diduga Cacat Transparansi

Dok. FF

Banda Aceh - Beberapa hari kemarin mendapatkan informasi bahwasanya Ikatan Mahasiswa Kedokteran Hewan Indonesia (IMAKAHI) melakukan Musyawarah Kerja Nasional secara daring yang dimulai dari tanggal 17-19 April 2020. Kegiatan ini biasa dilakukan secara tatap muka melalui proses persidangan. Selasa, 28/04.

Berdasarkan hasil lelang program kerja pada Mukernas 21 di Universitas Brawijaya seharusnya Mukernas ke- 22 dilaksanakan di Universitas Udayana. Akan tetapi, Mukernas Imakahi ke-22 yang secara AD/ART Imakahi ditanggung jawabkan oleh Ketua PB Imakahi bersama Sekjen PB Imakahi dilakukan secara daring.

Kegiatan Mukernas Imakahi kali ini sangat terkesan tertutup, berbeda dengan Mukernas sebelumnya yang mempersilakan seluruh mahasiswa yang tercatat masih aktif untuk mengikuti kegiatan ini. Informasi saja hanya di sampaikan melalui Instagram PB Imakahi.

"Ini lembaga nasional kenapa informasinya tertutup dan hanya menggunakan media instagram untuk memberikan informasi. Seharusnya pengurus Pb sadar, tidak semua mahasiswa menggunakan instagram. Untuk apa juga IMAKAHI memiliki website yang dibayar setiap tahun dengan kas Imakahi tetapi pengurusnya seperti tidak pandai menggunakannya," kata Faqih fFadilah Mahasiswa Kedokteran Hewan, Unsyiah Aceh.

Tertutupnya informasi MUKERNAS ini membuat saya bertanya-tanya, apakah ada unsur kesengajaan guna memanfaatkan kondisi pandemi Covid-19 untuk memainkan proker Imakahi agar menguntungkan pihak-pihak tertentu. Informasi dari IG juga mengatakan MUKERNAS 22 ini hanya dihadiri oleh pengurus PB IMAKAHI, BPI, dan beberapa perwakilan Cabang. Apakah petinggi IMAKAHI berusaha mensetting hasil MUKERNAS guna melancarkan kepentingan politiknya?, cecarnya.

Dari hasil MUNAS IMAKAHI 21 di Universitas Syiah Kuala dinyatakan LPJ kepengurusan PB Imakahi beseta BPI diterima bersyarat, dengan syarat mempertanggung jawabkan kembali di MUKERNAS 22. Ini pun menjadi pertanyaan, apakah ada upaya penutupan informasi LPJ pengurus sebelumnya oleh pengurus tahun ini?. Yang mana pengurus tahun ini termasuk ketua Umum PB Imakahi, beberapa pengurus PB Imakahi dan salah satu pimpinan BPI merupakan pengurus dari tahun sebelumnya.

bahwa Hari ini tanggal 28 April 2020 di instagram Imakahi kembali mempublikasikan informasi Universitas-universitas yang mendapatkan program kerja nasional. Lagi, timpul pertanyaan besar apakah hasil dari mukernas ini sah karena tidak melalui mekanisme persidangan yang sah dan demokratis.

Apabila tidak jelas kesahannya imakahi jangan melakukan publikasi dan tetap program kerja yang dipaparkan di MUKERNAS tidak bisa dijalankan karena belum sah. Semua proses tertutup terhadap mahasiswa biasa seperti saya. Saya menegaskan kepada Imakahi jangan bagi-bagi proyek. 

Sama-sama kita membangun organisasi dengan jiwa luhur guna kemajuan bersama, jangan mengumpulkan uang dengan menggadaikan organisasi supaya sodara-sodara bisa beli rumah setelah masa jabatan usai.

:Saya tidak menuduh, saya hanya mengingatkan dan mempertanyakan sebagai mahasiswa yang diakui oleh imakahi sebagai anggotanya. Saya mengharapkan transparansi dari Imakahi,  tidak tertutup seperti ini dalam bergerak," tutup Faqih. (Red/FF)