Pergerakan Mahasiswa di Masa Covid-19 

Redaksi 29 Juni 2020 | 13:47 95
Pergerakan Mahasiswa di Masa Covid-19 

Irvan Z Jurusan Hukum Tata Negara UIN Ar-Raniry

Oleh Irvan Z
Jurusan Hukum Tata Negara
UIN Ar-Raniry


Berikan Padaku 1000 Orang Tua akan kugoncangkan Gunung Sumeru, Berikan Padaku 10 Pemuda akan Kugoncangkan Dunia, itulah petuah yang disampaikan Proklamator Bangsa Bung Karno beberapa Dekade silam .

Gerakan mahasiswa di Indonesia telah dimulai jauh sebelum kemerdekaan. Boedi Oetomo menjadi salah satu wadah perjuangan mahasiswa pertama di Indonesia.

Ia didirikan di Jakarta, 20 Mei 1908 oleh mahasiswa yang sedang studi lembaga pendidikan STOVIA.

Pada saat bersamaan, para mahasiswa Indonesia yang sedang studi di Belanda, salah satunya Mohammad Hatta mendirikan Indische Vereeninging yang menjadi cikal bakal Perhimpunan Indonesia, tahun 1925.

Wadah-wadah itu menjadi penanda kemunculan gerakan mahasiswa yang terstruktur.

Beberapa tahun kemudian, banyak muncul organisasi kemahasiswaan di berbagai kota, hingga memuncak pada peristiwa Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928.

Jelang proklamasi kemerdekaan, lagi-lagi peran mahasiswa atau pemuda tak terbantahkan.

Hal ini dibuktikan dengan peristiwa penculikan Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok oleh kelompok yang dipimpin Chairul Saleh dan Soekarni. Mereka mendesak proklamasi segera dilakukan.

Belum hilang dari ingatan kita tahun 1998 silam menjadi momentum yang sangat bersejarah bagi pergerakan Mahasiswa di Indonesia,

Aliansi BEM Seluruh Indonesia yang dinahkodai oleh BEM Tri Sakti berhasil meruntuhkan rezim otoriter Jenderal Soeharto yang sudah berkuasa selama 32 tahun di Indonesia.

Di Aceh sendiri pergerakan Mahasiswa bukan hal yang baru, Sejak hadirnya Sentral Informasi Referendum Aceh yang diketuai Oleh Bang Muhammad Nazar Pada Tahun 1999 silam, Pergerakan Mahasiswa di Aceh terus hidup hingga Sekarang.

Akhir tahun 2019 lalu, di Wuhan china dikejutkan oleh satu virus yang menakutkan dunia hingga saat ini, Covid-19 namanya. 

Di Aceh sendiri sejak Maret 2020 sudah terapkan pembatasan sosial oleh Pemerintah Aceh guna memutuskan mata rantai penyebaran covid-19. 

Pemerintah Aceh hingga hari ini tidak mengeluarkan izin keramaian, lantas matikah Pergerakan Mahasiswa Aceh dimasa Covid .

Jawabannya Ya, Pergerakan Mahasiswa di Aceh sekarang mati suri,

Tak ada satupun BEM yang berani mengusut Anggaran Bansos Pemerintah Aceh, tidak ada juga yang berani mempertanyakan kenapa lembu di IBI Saree itu kurus padahal sangat banyak harga pakan yang harus dikeluarkan setiap tahunnya. Nah !