Menghidupi Muhammadiyah dan Mencari Hidup di Muhammadiyah

Redaksi 30 Juli 2020 | 14:25 39
Menghidupi Muhammadiyah dan Mencari Hidup di Muhammadiyah

Rizki Dasilva Juli dan murid-muridnya

Oleh Rizki Dasilva Juli
Pegiat Dakwah dan Kepala Sekolah SD IT Muhammadiyah Boarding School (MBS) Bireuen

Salah satu pesan kyai Ahmad Dahlan adalah “Hidup-hidupilah Muhammadiyah dan jangan mencari hidup di Muhammadiyah”. Sebuah pesan bahwa muhammadiyah mengutamakan nilai keikhlasan dan ketulusan dalam bekerja.

Tapi pesan ini perlu ditafsirkan secara bijak. Jangan penafsiran serampangan atau penafsiran liar. Karena salah tafsir kalimat diatas akan menyakiti para aktifis Muhammadiyah yang sedang bekerja diamal usaha. 

Kesalahan tafsir bahwa jangan mencari hidup di Muhammadiyah bukan hanya menyakiti yang sedang bekerja di Muhammadiyah juga berefek fatal. Akhirnya banyak warga Muhammadiyah bekerja ditempat yang bukan amal usaha Muhammadiyah.

Karena mereka malu untuk terjun di amal-amal usaha Muhammadiyah secara total. Akhirnya boleh kita lihat banyak amal-amal usaha Muhammadiyah yang masih tidak berkembang, ditangani secara asal-asalan bahkan yang menangani bukan warga Muhammadiyah sendiri. 

Bahkan timbul masalah baru kesalahan tafsir ini amal-amal usaha menjadi tidak memberi keuntungan apapun untuk muhammadiyah. Bahkan ada berani mengatakan kami hanya sekedar berkerja di Muhammadiyah.

Maka bagi saya pesan Kyai Dahlan tentang “Hidup hidupilah Muhammadiyah dan jangan mencari hidup di Muhammadiyah” memerlukan penafsiran yang baru dan bijak tanpa mengurangi semangat dari pesan Kiai Dahlan itu sendiri. 

Mencari hidup di Muhammadiyah sambil berdakwah dan bekerja secara totalitas itu tidak masalah. Seseoarang mengabdikan diri di Amal Usaha Muhammadiyah baik menjadi karyawan, guru, dosen, dokter, perawat,  pengasuh pesantren, pengasuh panti asuhan, satpam dan lain sebagainya, mereka berhak mendapatkan hak hidup di Muhammadiyah.

Pesan Kyai Ahmad Dahlan ini saya yakin bahwa untuk jangan mengunakan aset Muhammadiyah untuk keuntungan pribadi. Bagi warga Muhammadiyah yang bekerja di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) sudah pantas mendapat finansial dari menghidupi Muhammadiyah.

Tapi tidak menganggap bahwa yang bekerja di Muhammadiyah mencari hidup di Muhammadiyah itu keliru. 

Bila amal-amal usaha Muhammadiyah, seperti sekolah dan kampus Muhammadiyah berkembang dan berkemajuan. Bahkan menjadi sekolah favorit masyarakat bahkan memberi nilai dakwah membanggakan.

Membuat persyarikatan Muhammadiyah semakin dicintai masyarakat dan juga memberi keuntungan finansial. Sudah pantas Muhammadiyah dapat memberi penghidupan yang layak untuk karyawan, dosen dan gurunya. Itu sangat adil. Nah!

Selamat Milad ke 111, Persyarikatan Muhammadiyah.