Majelis Tabligh Pw Aisyiyah Aceh Bahas Lanjutan Fiqh Ramadhan

Redaksi 04 April 2021 | 10:56 12
Majelis Tabligh Pw Aisyiyah Aceh Bahas Lanjutan Fiqh Ramadhan

Oleh: Silfia Meri Wulandari, S.K.M,. M.P.sH
(Wakil Sekretaris Majelis Tabligh PW ‘Aisyiyah Aceh)

Dalam kajian pekanan ini (Sabtu, 03 Maret 2021) di Lt. 1 Mesjid Taqwa Desa Merduati, di isi kembali oleh Prof. Alyasa Abubakar,Lc,. MA, melanjutkan materi beberapa pekan lalu yaitu tentang Fiqh Ramadhan. Peserta Kajian berjumlah 34 orang.

Kajian dipandu oleh Silfia Meri Wulandari, selaku Wakil Sekretaris Majelis Tabligh PW ‘ Aisyiyah Aceh.
Dalam penjelasan materinya, Prof. Alyasa memaparkan bahwa, hitungan Puasa ini bukanlah hanya menahan kekosongan perut semata, namun puasa itu menjadi perisai baik fisik, mental maupun kesehatan.

1. Perisai Fisik:
Kita mampu untuk bertahan dari rasa kelaparan dan haus selama lebih kurang 14 jam, dan itu keadaan kita adalah sembari melakukan pekerjaan sehari. Karena niat kita adalah untuk menjalankan puasa ramadhan dengan sebaik mungkin, sehingga Allah men-setting fungsi organ tubuh untuk menyesuaikan kondisi selama puasa berlangsung. Dan kita juga mampu bertahan dari perbuatan yang tidak terpuji terhadap sesama maupun kepada makhluk Allah lainnya.

2. Perisai Mental:
Ibadah yang sangat tinggi nilai pahalanya dalam Ramadhan adalah berbagi kepada sesama atau bersedekah walaupun itu kepada saudara yang berbeda agama.
Hal kecil yang dapat dilakukan adalah berbagi makana berbuka puasa. Salah satunya yang dapat dilihat adalah kita mampu berbagi hal walau itu nilainya tidak besar, namun bisa berbagi untuk mengurangi makanan yang berlebih dirumah dengan diberikan kepada yanng membutuhkan. Dalam hal ini mampu meningkatkan solidaritas, rasa kebersamaan dan rasa saling memiliki antar sesama. Apalagi diberikan kepada mereka yang tidak berpunya dan yang sangat membutuhkan. Tujuannya adalah agar kita tidak boros, berfoya-foya, ataupun ria.
Lanjut Alyasa,

Perisai ke 3 adalah Kesehatan:

Dari segi kesehatan, puasa ini sangat besar manfaatnya bagi organ tubuh, karena mampu membersihkan kotoran-kotoran dalam tubuh karena asupan harian yang tidak sehat. Dalam artian, ada pembersihan tubuh dari racun. Sel tubuh yang lapar akan memakan sel tubuh yang rusak, yang mampu menyebabkan timbulnya tumor/kanker dalam tubuh.
Apalagi didukung dengan puasa pekanan (Senin, Kamis) atau puasa Ayyamul Bidh (3 hari setiap pertengahan bulan Hijriyah), juga Puasa Daud (Sehari puasa, sehari berbuka). Maka organ dalam tbuh akan bisa lebih sehat.

Manfaat puasa tidak langsung bisa dirasakan, tidak seperti halnya ibadah yang lain, yang langsung dapat balasan dari Allah SWT. Ramadhan & Puasa ini adalah latihan untuk dijalankan pada 11 bulan berikutnya. Jika mampu mengamalkan kegiatan saat Ramadhan pada bulan-bulan berikutnya, maka itulah sesungguhnya makna dan pahala Ramadhan/Puasa yang dijalankan selama 30 hari tersebut. Jika Ramadhan tahun ini dapat dilaksanakan dengan maskimal dan sempurna, maka Ramadhan kita menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Namun jika tidak menjamunnya dengan sebaik mungkin, apakah kita yakin akan mendapatkan kesempatan bertemu dengan Ramadhan tahun berikutnya?

Ramadhan akan hadir ditengah-tengah kita dalam beberapa jam lagi, sekarang sudah memasuki H-8 Ramadhan 1442H. Mari kencangkan persiapan untuk menyambutnya, tutup Alyasa.

Pada akhir kajian, Meri mengumumkan bahwa ada beberapa ragam kegiatan Majelis Tabligh PW ‘Aisyiyah selama bulan Ramadhan 1442H, yang bisa diikuti oleh masyarakat seluruhnya, seperti Tahsin dan Tahfidz (usia TK-Dewasa) selama 3 pekan. Dan juga membuka peluang sedekah/infaq untuk berbagi Ta’jil, Santunan untuk Anak Yatim, Piatu dan paket lebaran untuk Keluarga Dhu’afa, Fakir dan Miskin. Sampaikan donasi anda dengan menghubungi panitia kegiatan di nomer +62 812 6920 633 atau +62 811 6855 984. Nah!