Serukan Fokus pada Pembangunan
Mahasiswa Menolak Rencana Penambahan Batalyon Militer di Aceh
Sultan mengajak mahasiswa dan masyarakat Aceh untuk bersikap kritis terhadap kebijakan yang dinilainya sebagai bentuk militerisasi terselubung. Ia mendorong keterlibatan publik dalam mengawal kebijakan agar sesuai dengan kebutuhan rakyat.
“Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Aceh!” pungkasnya, menyerukan semangat perlawanan terhadap kebijakan yang dianggap tidak berpihak pada kepentingan masyarakat. Seruan itu semakin menguatkan gelombang penolakan terhadap rencana penambahan pasukan militer di Tanah Rencong.
Sejauh ini, pemerintah belum memberikan tanggapan resmi terkait penolakan tersebut. Namun, tekanan publik terus bergulir, menuntut solusi yang lebih manusiawi dan berorientasi pada pembangunan jangka panjang. (Ag)