Prabowo Janji Berantas “Serakahnomics” dan Tegaskan Subsidi Tepat Sasaran Lewat Koperasi Desa
Namun, sejumlah pakar menilai pemberantasan “serakahnomics” dan pendanaan program besar pemerintah akan menjadi tantangan jangka panjang. Bhima Yudhistira dari CELIOS mengingatkan praktik ekonomi tidak etis itu telah merugikan Indonesia triliunan rupiah, sementara Kunto Adi Wibowo dari Universitas Padjadjaran menilai Prabowo perlu membuktikan keseriusannya agar tidak sekadar menyalahkan pihak swasta dan pejabat korup atas persoalan ekonomi.
Prabowo menutup pidatonya dengan optimisme menuju visi “Indonesia Emas 2045”, menargetkan pertumbuhan berkelanjutan dan kesejahteraan merata. Ia meyakini defisit anggaran yang diperkirakan Rp662 triliun pada 2025 dapat diatasi lewat peningkatan penerimaan negara, pengelolaan aset melalui Lembaga Danantara, serta kerja sama ekonomi internasional. [aga]