2 dari 2 halaman
Situasi kian menegang. Dalam sebulan terakhir, puluhan ribu warga dua kali turun ke jalan di Pekanbaru untuk menyuarakan penolakan. Tanpa mitigasi dan langkah berkeadilan, konflik agraria di Tesso Nilo berisiko berubah menjadi ledakan sosial yang sulit dikendalikan.
Hutan Tesso Nilo adalah rumah bagi gajah, sumber penghidupan bagi manusia, sekaligus aset ekologis bangsa. Mengabaikan salah satu berarti merusak keseluruhan. Karena itu, penyelesaian tidak bisa hanya dengan relokasi paksa, tetapi harus ditempuh melalui dialog, solusi ekonomi berkelanjutan, dan komitmen nyata atas hak-hak masyarakat lokal. [aga]