2 dari 2 halaman
Rakyat tidak butuh program yang hanya menonjolkan pencitraan. Mereka butuh kebijakan yang benar-benar berpihak pada kesejahteraan, baik di meja makan anak sekolah maupun di dapur orang tuanya.
Jika program makan gratis ingin dikenang sebagai kebijakan bersejarah, maka ia harus lahir dari keadilan fiskal, bukan dari pengorbanan yang timpang. Sebab sejatinya, tidak ada makan yang benar-benar gratis jika rakyat tetap dipaksa membayar dengan cara lain. [aga]