CHANDI 2025: Panel Bahas Strategi Investasi untuk Pelestarian dan Inovasi Budaya di Bali
Koranindependen.co | Diskusi Panel 3 CHANDI 2025 di Bali membahas tema “Financing the Future of Culture: Unlocking Investment for Preservation and Innovation” atau pembiayaan masa depan budaya. Acara ini dipandu oleh Ketua Indonesian Heritage Trust, Dr. Catrini Pratihari Kubontubuh, dan menghadirkan berbagai tokoh lintas disiplin.
Panelis utama, Dr. Donovan Rypkema (Heritage Strategies International), menegaskan bahwa konservasi dan pembangunan ekonomi bisa berjalan seiring. Menurutnya, insentif fiskal dan regulasi yang tepat dapat menjadikan warisan budaya sebagai motor pembangunan. Sementara itu, Hasti Tarekat Dipowijoyo mencontohkan proyek De Hallen Amsterdam, di mana bekas depo trem disulap menjadi pusat budaya tanpa subsidi, melalui model koperasi dan partisipasi komunitas.
Dari peserta akademisi, Ahmad Saifudin Mutaqi(UII) memaparkan pentingnya crowdsourcing dan teknologi digital dalam pendanaan pelestarian, dengan studi kasus Candi Kimpulan. Sedangkan Sultan Prasasti (Maastricht University) menyoroti skema insentif pajak dan matching fund untuk mendukung pelestarian musik klasik, mengacu pada praktik di berbagai negara.