pemimpin bersama anggota ?? atau jadi budak pemimpin

6 Oct 2025 - 21:22
2 dari 2 halaman

Kepemimpinan semacam ini adalah racun yang merusak. Pemimpin yang menjadikan anggota sebagai budak sebenarnya sedang menyiapkan kehancurannya sendiri. Sebab, anggota yang terus dipaksa tunduk lambat laun akan bangkit menolak, atau memilih meninggalkan. Maka jelas, pemimpin harus memilih: menjadi pelayan bagi anggotanya dengan bijak, atau menjadi penguasa buta yang akan jatuh sendirian bersama kesombongannya.

Pemimpin yang menutup pintu musyawarah sejatinya bukan sedang memimpin, melainkan sedang menguasai. Dan penguasa yang berjalan sendirian akan berakhir sendirian pula—ditinggalkan, dilupakan, bahkan dicatat sebagai contoh buruk yang tidak pantas ditiru.

"Jika tidak bisa mengikuti estafet rasul dan sahabat minimal sedikit ada rasa ingin mengikuti jejak mereka"