Masjid yang Kehilangan Ruh Kemanusiaannya

Tragedi di Sibolga dan Krisis Sosial Keagamaan Kita

4 Nov 2025 - 08:08
Yusrizal Ibrahim Lamno, Warga Banda Aceh yang Peduli pada Kemaslahatan Bangsa (Foto: Ist.)
3 dari 3 halaman

Dana umat yang terkumpul melalui infaq dan sedekah seharusnya lebih banyak digunakan untuk pelayanan sosial. Pengelola masjid perlu lebih membuka laporan keuangan secara berkala kepada jamaah, sehingga meningkatkan kepercayaan dan partisipasi publik.

4. Pencegahan Kriminalitas dan Perlindungan Jamaah.

Pemerintah daerah dan kepolisian dapat bekerja sama dengan DKM untuk memastikan keamanan di lingkungan masjid, termasuk memberikan tempat aman bagi musafir atau warga yang memerlukan perlindungan sementara.

Penutup: Menyalakan Kembali Nur di Rumah Allah

Tragedi di Masjid Agung Sibolga seharusnya menjadi momentum refleksi nasional. Ketika tempat paling suci berubah menjadi arena kekejaman, itu pertanda ada yang salah dengan cara kita memahami agama.

Islam sejatinya menuntun manusia agar berakhlak mulia, bukan sekadar beribadah. Masjid yang ideal bukan hanya megah secara fisik, tetapi hidup secara sosial -- tempat di mana setiap manusia, siapa pun dia, merasa aman dan diterima.

Kita perlu mengembalikan ruh masjid sebagai rumah kemanusiaan, bukan hanya rumah ibadah. Sebab, pada akhirnya, ibadah yang sejati adalah yang membuat manusia menjadi lebih manusiawi.

*) Penulis adalah pemerhati sosial, seni, dan budaya.