Membangun Budaya Literasi Sejak Dini, Mahasiswa KKN Tematik Literasi USK Gelar Membaca Nyaring di TKIT Cahaya Insani
Pidie Jaya | KORANINDEPENDEN.CO – Dalam upaya menanamkan budaya membaca sejak usia dini, Mahasiswa KKN Tematik Literasi Universitas Syiah Kuala (USK) Kelompok 62 menggelar program Membaca Nyaring (Read Aloud) di TKIT Cahaya Insani, Desa Sagoe, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya. Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan menumbuhkan minat baca anak melalui kegiatan belajar yang interaktif, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik usia dini.
Kegiatan diawali dengan sesi membaca nyaring menggunakan buku cerita bergambar yang disampaikan secara ekspresif oleh mahasiswa. Melalui intonasi, mimik, dan gerakan yang menarik, anak-anak diajak untuk menyimak alur cerita, mengenal tokoh, serta memahami pesan moral yang terkandung di dalamnya. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi sederhana, pengenalan huruf dan kosakata baru, permainan edukatif, serta bernyanyi bersama sehingga suasana belajar menjadi lebih hidup dan menyenangkan.
Antusiasme para siswa terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan. Mereka aktif menjawab pertanyaan, mengemukakan pendapat mengenai isi cerita, serta berpartisipasi dalam berbagai permainan yang dirancang untuk melatih kemampuan berbahasa dan berpikir. Pendekatan belajar sambil bermain tersebut membuat anak-anak lebih mudah memahami materi sekaligus menikmati proses belajar.
Ketua Kelompok KKN Tematik Literasi USK Kelompok 62 menyampaikan bahwa program Membaca Nyaring dipilih karena terbukti menjadi salah satu metode yang efektif dalam memperkenalkan budaya literasi kepada anak usia dini.
"Melalui kegiatan membaca nyaring, anak-anak tidak hanya mendengarkan cerita, tetapi juga belajar memahami isi bacaan, memperkaya kosakata, melatih daya imajinasi, serta membangun keberanian untuk berkomunikasi. Kami berharap kebiasaan ini dapat terus diterapkan, baik di sekolah maupun di rumah, sehingga minat baca anak dapat tumbuh sejak dini," ujarnya.
Selain melaksanakan kegiatan bersama siswa, mahasiswa juga berdiskusi dengan para guru mengenai pentingnya pembiasaan membaca sebagai bagian dari proses pembelajaran. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan literasi anak secara berkelanjutan.
Pihak TKIT Cahaya Insani memberikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. Menurut para guru, kegiatan Membaca Nyaring menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda bagi peserta didik karena dikemas secara kreatif dan interaktif. Kehadiran mahasiswa KKN juga memberikan motivasi baru bagi anak-anak untuk lebih mengenal buku serta menjadikan kegiatan membaca sebagai aktivitas yang menyenangkan.
Program Membaca Nyaring merupakan salah satu bentuk implementasi tema KKN Tematik Literasi USK yang berfokus pada penguatan budaya literasi di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menjalankan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga berkontribusi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, khususnya pada jenjang pendidikan anak usia dini.
Diharapkan, sinergi antara perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat dapat terus terjalin sehingga budaya membaca semakin tumbuh di lingkungan pendidikan. Dengan demikian, upaya membangun generasi yang gemar membaca, kreatif, berkarakter, dan memiliki kemampuan literasi yang baik dapat diwujudkan secara berkelanjutan. [*]