Ketua Umum GARINDRA: Kepemimpinan Sudaryono di Badan Gizi Nasional Menentukan Kualitas Generasi dan Arah Pembangunan Indonesia

25 Jul 2026 - 19:11
2 dari 3 halaman

"Program Makan Bergizi Gratis tidak boleh berhenti pada distribusi makanan. Program ini harus menjadi penggerak ekonomi rakyat. Ketika bahan pangan diserap dari petani lokal, hasil ternak berasal dari peternak nasional, dan rantai pasok melibatkan UMKM daerah, maka negara bukan hanya sedang memberi makan anak-anak Indonesia, tetapi juga sedang membangun kemandirian ekonomi nasional," katanya.

Ia menjelaskan bahwa keberhasilan Badan Gizi Nasional nantinya harus diukur melalui indikator yang lebih luas, seperti meningkatnya kualitas sumber daya manusia, tumbuhnya ekonomi desa, menguatnya ketahanan pangan nasional, serta berkurangnya kesenjangan pembangunan antardaerah.

Sebagai organisasi kepemudaan yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia, investasi, pemerataan ekonomi, dan ketahanan pangan, GARINDRA memandang bahwa Indonesia Emas 2045 hanya dapat diwujudkan melalui pembangunan yang menyentuh akar persoalan, yaitu kualitas manusia.

"Indonesia Emas 2045 tidak cukup dibangun dengan infrastruktur fisik semata. Yang jauh lebih penting adalah membangun infrastruktur manusia. Bangsa yang unggul lahir dari generasi yang sehat, memperoleh pendidikan berkualitas, memiliki karakter kepemimpinan, dan mampu menciptakan inovasi. Karena itu, kami berharap di bawah kepemimpinan Bapak Sudaryono, Badan Gizi Nasional dapat menjadi institusi yang mampu mengintegrasikan agenda kesehatan, pangan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi dalam satu visi pembangunan nasional yang berkelanjutan,"* tegas Rifqi.

Rifqi juga menekankan bahwa keberhasilan program nasional membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah, perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat harus menjadi mitra dalam memastikan setiap kebijakan menghasilkan manfaat yang nyata bagi rakyat.