Saat Kak Ana Nikmati Panorama Negeri Atas Awan di Kilonam Geumpang Pidie

3 Aug 2026 - 09:36
2 dari 3 halaman

Safriati, sang pemilik Kilonam yang akrab disapa Titi, memulainya dari usaha perkebunan. Lima tahun lalu mereka menanam kopi hingga durian. Namun pemandangan yang terbuka ke lembah kemudian menarik perhatian. Akhirnya sejak 2024, lahan itu mulai dibuka sebagai agrowisata.

“Tadinya kami berkebun, karena mendapat pemandangan begitu indah sehingga kami terinspirasi membuat tempat wisata,” kata Titi, Minggu (2/8/2026).

“Kami mulai merintis agrowisata sejak 2024, sementara kegiatan berkebun sudah berjalan sekitar lima tahun.”

Fasilitas tumbuh perlahan. Area kamping disiapkan di punggung bukit. Di bawahnya juga terdapat air terjun setinggi sekitar 30 meter.

Di sisi lain terdapat kolam anak dan kolam ikan. Tanaman kopi tumbuh berdampingan dengan jeruk dan durian. Di area itu terdapat bangunan kafe.

Tidak ada tiket masuk ke lokasi. Pengunjung hanya membayar makanan atau minuman. Sementara itu, bagi yang ingin berkemah, tersedia tenda yang disewakan Rp150.000 per malam. Satu tenda cukup untuk 3–4 orang.

Sinyal seluler di lokasi tidak ada. Pengunjung mengandalkan Wi-Fi yang disediakan di sekitar kafe.