Sambut 97 Mahasiswa Baru, Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Bangun Semangat Kekeluargaan melalui PBAK 2026
BANDA ACEH – Program Studi (Prodi) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh sukses melaksanakan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) tingkat prodi. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Aula FUF ini diikuti oleh 97 mahasiswa baru angkatan 2026 sebagai bagian dari rangkaian PBAK setelah pembukaan di tingkat universitas yang dimulai sejak Senin, 24 Agustus 2026.
Lebih dari sekadar kegiatan pengenalan lingkungan akademik, PBAK Prodi IAT 2026 menjadi momentum untuk memperkenalkan mahasiswa baru dengan suasana kekeluargaan yang menjadi bagian penting dalam kehidupan di lingkungan Prodi IAT. Para mahasiswa baru tidak hanya dikenalkan dengan sistem perkuliahan, tetapi juga diajak untuk mengenal dosen, senior, serta sesama mahasiswa sebagai satu keluarga besar IAT.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Prodi IAT, Ibu Zulihafnani, S.T.H., M.Ag. Dalam sambutannya, Kaprodi menyampaikan ucapan selamat datang kepada 97 mahasiswa baru sekaligus memberikan gambaran mengenai kurikulum, kode etik akademik, serta budaya belajar di Prodi IAT yang kini telah menyandang akreditasi Unggul dari BAN-PT. Kehadiran mahasiswa baru diharapkan dapat menjadi bagian dari perjalanan panjang Prodi IAT dalam melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, dan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan ini turut dipantau dan mendapat dukungan dari Dekan FUF, Prof. Dr. Salman Abdul Muthalib, Lc., M.Ag., sebagai bentuk perhatian terhadap proses pembinaan dan pengembangan mahasiswa sejak awal memasuki dunia perkuliahan.
Ketua Panitia Pelaksana, Muammar Rizqan, menyampaikan bahwa PBAK tingkat prodi tahun ini dikemas dengan pendekatan edukatif, interaktif, dan penuh keakraban. Menurutnya, mahasiswa baru bukan hanya diperkenalkan dengan lingkungan akademik, tetapi juga diajak untuk membangun rasa memiliki terhadap Prodi IAT.
Dalam pesannya, Muammar mengajak mahasiswa baru untuk menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
“Kami berharap mahasiswa baru IAT 2026 dapat menjadi mahasiswa yang mandiri, bertanggung jawab terhadap diri sendiri, peka terhadap lingkungan dan isu-isu sosial, serta berani menggunakan haknya sebagai mahasiswa. Yang tidak kalah penting, jangan lupa menyelesaikan perkuliahan tepat pada waktunya,” ujarnya.
Suasana kekeluargaan semakin terasa pada sesi keorganisasian yang dipimpin oleh Himpunan Mahasiswa Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (HMP IAT). Ketua HMP IAT, Kahfi Madani Yuskar, bersama jajaran pengurus di bawah Kabinet Metuah Jroeh, memperkenalkan HMP sebagai salah satu ruang bagi mahasiswa untuk belajar, berkembang, berkarya, dan membangun relasi di luar ruang kelas.
Dalam pembekalannya, Kahfi mengajak seluruh mahasiswa baru untuk tidak memandang hubungan antara mahasiswa senior dan junior sebagai sebuah jarak, melainkan sebagai bagian dari keluarga besar IAT yang saling mendukung dan menguatkan.
Ia juga mengingatkan bahwa menjadi mahasiswa bukan hanya tentang memperoleh nilai akademik, tetapi juga tentang bagaimana mengambil peran, membangun kepedulian, mengembangkan potensi, serta memberikan kontribusi positif bagi lingkungan kampus dan masyarakat.
“Selamat datang di keluarga besar Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Mulai hari ini, kalian bukan lagi sekadar mahasiswa baru, tetapi bagian dari keluarga besar IAT. Mari sama-sama belajar, saling menjaga, saling membantu, dan bersama-sama membawa nama baik prodi, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik,” pesan Kahfi.
Dengan berakhirnya rangkaian PBAK tingkat Prodi IAT 2026, 97 mahasiswa baru diharapkan dapat menjalani perkuliahan dengan penuh semangat dan rasa percaya diri. Kehadiran mereka menjadi warna baru bagi keluarga besar IAT sekaligus menjadi awal dari perjalanan akademik yang diharapkan penuh prestasi, pengalaman, persahabatan, dan kontribusi.
Selamat datang, keluarga baru IAT 2026. Mari tumbuh, belajar, dan berproses bersama. Karena di IAT, kita tidak hanya datang untuk menuntut ilmu, tetapi juga untuk menjadi bagian dari sebuah keluarga