Menurutnya, mahasiswa tetap harus berani menyampaikan kritik terhadap berbagai persoalan bangsa. Namun, kritik harus diarahkan untuk menghadirkan solusi dan perbaikan, bukan membangun kebencian terhadap institusi negara.
“Demokrasi bukan berarti bebas tanpa batas. Kita boleh berbeda pendapat, boleh mengkritik, tetapi tetap harus mengedepankan etika dan adab,” katanya.
Rifqi juga mengapresiasi jajaran Polri yang menurutnya memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keamanan di tengah dinamika masyarakat yang semakin kompleks.
Ia berharap sinergi antara Polri, mahasiswa dan masyarakat terus diperkuat. Menurutnya, keamanan nasional tidak hanya dibangun melalui kerja aparat, tetapi juga melalui kesadaran masyarakat untuk menjaga ketertiban dan menghormati perbedaan.
“Kami ingin mahasiswa menjadi mitra kritis sekaligus mitra strategis Polri. Kalau ada yang perlu dikoreksi, sampaikan dengan cara yang baik. Kalau ada yang sudah baik, kita juga harus berani memberikan apresiasi,” tutur Rifqi.